Pandangan KH. Saifuddin Amsir Terhadap Nahdlatul Wathan (Ketua MUI DKI Jakarta) SAYA SANGAT SENANG MAULANA SYEIKH MEMANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN YA WALADI (Bagian 2)

Pandangan KH. Saifuddin Amsir Terhadap Nahdlatul Wathan (Ketua MUI DKI Jakarta) SAYA SANGAT SENANG MAULANA SYEIKH MEMANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN YA WALADI (Bagian 2)

Kecerdasana Wawasan Dalam
Membangun Nahdlatul Wathan

Sinar5news.com   (di kutip dari tabloid SinarLima edisi 8/ 03 Maret 2012) 

KH Saifuddin Amsir sangat
mengagumi kecerdasan yang
dimiliki oleh Maulana Syeikh beliau
mengatakan “Tingkat kecerdasan yang
dimiliki Maulana Syeikh mulai di kagumi
semenjak sedang menuntut ilmu di
madrasah Ash-Shaulatiyah Makkah,
dimana beliau mampu mengungguli
kecerdasan semua teman-teman
seperguruan di atas rata-rata. Sehingga
tidaklah menjadi berlebihan apabila
dikatakan Maulana Syeikh adalah
seorang ulama yang bukan saja di
[16/11 9:38 AM] Rohimin: kagumi oleh ulama Makkah tapi juga
di sanjung oleh Ulama Indonesia yang
pernah belajar di Makkah, tegas beliau.
Lebih lanjut Ulama Betawi murid
kesayangan KH.Syafi’i Hazami ini
menjelaskan bahwa, kebesaran
Maulana Syekh semakin nyata ketika
seorang Ulama besar Makkah yaitu
Syeikh Zakariya Bila Alalamah yang
juga pernah belajar di Madrasah
Ash-shulatiyah Makkah memberikan
prestise dengan sebutan “Min A’yaani
Makkah” (seorang yang sangat
terpandang secara keilmuan dan
pemikiran di makkah Al-Mukarramah).

Penghargaan ini diberikan Syeikh
Zakariya Bila Al’alamah kepada Maulana
Syeikh bukan karena tanpa alasan,
tetapi melalui berbagai penelitian dan
pengkajian secara mendalam yang
dilakukan sejak Maulana Syeikh belajar
sampai beliau menamatkan studynya di
Madrasah Ash-shaulatiyah Makkah.
Apresiasi terhadap tingkat
keulamaan Maulana Syeikh maka
para ulama yang pernah belajar di
Makkah secara resmi melakukan road
show ke Indonesia di bawah pimpinan Muhammad Yasin Bin Muhamad Isa Alfadani.

Di samping secara khusus
melakukan dialog keilmuan dengan
Maulana Syekh, para ulama tersebut
juga secara langsung dapat menyaksikan
dinamika dan perkembangan Nahdlatul
Wathan di Indonesia.

Menurut KH. Saifudin Amsir Para
ulama Makkah asal Indonesia yang
paling utama kawan yang sangat di
kagumi itu adalah Maulna Zainuddin
Pancor diantara Ashabi yang lain.
“Jadi pendek kata semakin terbukalah
kebesaran Maulana Syekh dimata saya
apalagi ketika saya membaca kalimat
semacam kalimat Ta’dziyah yang ia
bacakan pada saat wafatnya orang alim
besar dimakkah ini, bacaan yang bagus
susunan bahasa arabnya” kagum beliau.
Maulana Syeikh adalah sosok
pejuang yang tekun
dedikasi dalam segala hal, termasuk
dan penuh
kemampuan beliau dalam menyusun
kalimat do’a dengan tata bahasa arab
yang sempurna.( Bersambung )

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA