
Dari hadis tersebut dapatlah dipahami bahwa hati seorang hamba kepada Allah begitu sangat dekat tidak ada jarak sedikitpun. Inilah yang menyebabkan betapa nikmatnya hati tersebut, sehingga ada suasana yang sangat lapang, tenang dan bahagia tidak bisa diukir dengan kata-kata.
Inilah sesungguhnya diantara hikmah diwajibkan shalat lima waktu, dimana dalam shalat lima waktu terdapat sujud yang dilakukan berulang-ulang. Jika kita menghitungnya sehari semalam minimal 22 kali kita bersujud kepada Allah. Sungguh kita akan mendapatkan puncak kenikmatan yang melahirkan ketenangan, kedamaian dan kesejukan dalam arti yang sebenarnya. Tentu suasana ini tidak mungkin akan didapatkan, kecuali bagi orang yang istiqamah secara tulus dan ikhlas melaksanakan ibadah shalat lima waktu sehari semalam.
Sesungguhnya kenyataan ini telah dibuktikan secara langsung oleh seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texsas, Amerika Serikat yaitu Prof. Dr. Fidelma O’leary.
Wanita asli Texsas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texsas telah menemukan kedamaian dalam Islam. Dr. Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.




