Nazham Batu Ngompal : Mukaddimah Maulana Syaikh

Foto : Nazham Batu Ngompal Karya Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang disusun oleh H.Muslihan Habib
banner post atas

“TULISAN INI DI RANGKUM DARI BUKU MENGURAI ILMU TAJWID NAZHAM BATU NGOMPAL YANG DISUSUN OLEH TGH MUSLIHAN HABIB “

Bismillahirrahmanirrahim
Nazham batu ngompal adalah terjemah dari kitab Tuhfathul Athfal.

د تر جمه أله سئورڠ ڤقير * برسلموت ضڠيڤ بركاين تقصير

Diterjemah oleh seorang faqir
Berselimut dha’if berkain taqhsir
دفرلوكن أنتوك أنك يڠ صغير * بلوم ممبجا كتاب يڠ كبير

Iklan

Diperlukan untuk anak yng shagir
Belum membaca kitab yang kabir
منجدي فرنتس ممبوكا كن فكير* منجدي سيكف ممباچ تفسير

Menjadi perintis membuka fikir
Menjadi sikap membaca tafsir
مڬاله توهن العلي الكبير # سمفيكن تجوان هلنكن تقصير

Mogalah tuhan Al-Aliyyul kabir
Sampaikan tujuan hilangkan taqshir

Dalam mukaddimah awal ini,Maulana syaikh menyebutkan bahwa kitab Nazham Batu Ngompal merupakan terjemahan atau saudara dari kitab Tuhfatul Atfhal karya Syeikh Sulaiman az-Zamzuri.

Selanjutnya, Maulana Syaikh menjelaskan proses penulisan dan harapan dari penyusun kitab Nazham Batu Ngompal. Dalam bait-bait syair di atas, Maulana Syaikh menyebut dirinya sebagai pribadi yang faqir yang berselimut dha’if dan taqshir. Secara Bahasa kata faqir berarti orng yang berada dibawah garis kemiskinan, ynag tidak memiliki harta benda untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Dalam konteks ini, kata faqir dikaitkan dengan kondisi seseorang yang tidak memiliki ilmu. Kata dha’if berarti lemah dan tidak berdaya, sedangkan taqshir berarti terbatas. Kedua kata terakhir sebagai penguat kata faqir sebelumnya. Namun demikian,semua ungkapan yang ditampilkan oleh Maulana Syaikh ini tidak lain adalah bentuk ungkapan tawadldlu’. Sikap ini mengindikasikan sifta rendah hati beliau dan tidak mengharapkan pujian serta terjauhkan dari sifat sombaong.

Sebagai sebuah kitab panduan, Maulana Syaikh menjelaskan posisi kitab Nazham Batu Ngompal dan objek dardi penyusunan tersebut. Dalalm hal ini, kitab Nazham Batu Ngompal diperuntukkan bagi anak shagir. Kata shagir secara Bahasa berarti kecil belum dewasa. Penggunaan kata shagir dalam bait syair tesebut memiliki dua makna,pertama kecil dalam artian sebenarnya, yaitu kecil dari kecil dari usia dan fisik. Kedua, kecil dari segi pemahaman dan penguasaan ilmu. Makna ini diperkuat lagi oleh perkataan Maulana Syaikh,”belum membaca kitab yang kabir”.kata kabir berarti besar. Ini mengindikasikan bahwa banyak orang dewasa yang belum bisa membaca kitab yang besar. Dengan demikian, jika merujuk pada makna kedua, maka sasaran dari penulis kitab ini,tidak hanya abak kecil yang belum dewasa,akakn tetapi orang dewasa pun termasuk, terlebih lagi ornag dewasa yang belum memiliki pemahaman dasar tentang ilmu tajwid dan belum bisa membaca kitab yang ‘besar’.

BACA JUGA  Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 22) Adanya Dokumen Tentang Kewalian Maulana Syaikh

Disamping itu, kitab Nazham Batu Ngompal diharapkan dapat menjadi inspirasi pemikiran untuk bisa mencapai pemahaman yang lebih luasdalam membaca tafsir (penjelasan lebih luas) al-Qur’an. Itulah maksud dari ucapan Maulana Syaikh yang mengatakan “menjadi perintis membukakan fikir”.

Puncak harapan Maulana Syaikh dadri penyusunan kitab Nazham Batu Ngompal dituangkakn dalam bait terakhir dalam mukaddimah ini,yaitu “mogalah tuhan al-Ali al-Kabir,sampaikan tujuan hilangkan taqshir”. Kakndungan bait syair tersebut mengisyaratkan makna, semoga Allah Ynag Maha Tinggi dan Manah Besar menyampaikan tujuan, yaitu menyelesaikan penulisan kitab ini dengan menghilangkan keterbatsan. Ini adalah do’a dan harapan agar kitab Nazham Batu Ngompal bisa selesai disusun dan bisa memberikan pemahaman kepada semua masyarakat dan tentunya menghilangkan taqshir (keterbatasan).

Bersambung ….