Napak Tilas ” Menggelorakan Semangat Hijrah Meneguhkan Semangat Optimisme Mengokohkan Cinta Tanah Air dan Persatuan antar Warga Bangsa”.

Napak Tilas ” Menggelorakan Semangat Hijrah Meneguhkan Semangat Optimisme Mengokohkan Cinta Tanah Air dan Persatuan antar Warga Bangsa”.

Masyarakat yang kebetulan dilewati menyambut dengan penuh antusias tepuk tangan dengan bangga. Setelah menempuh perjalanan sekitar  9 jam taruna/i sampai di pusara makam sang pendiri yayasan. Kemudian berdoa membaca yasin, tahlil dan zikir dipimpin lansung direktur kampus. 

Sekilas Zulkarnain direktur AIP Nusra memberikan informasi kepada taruna/i terkait sepak terjang pendiri yayasan ” semasa hidup beliau penuh dengan perjuangan khususnya dibidang pendidikan beliau adalah pelopor pendidikan khususnya di janapria ini. yayasan baiturrahman adalah wadah yg beliau dirikan sebagai tempat anak bangsa di wilayah ini mengenyam pendidikan.” Tuturnya.

Samianto athhar berpandangan “kegiatan napak tilas ini harus kita dukung penuh sebagai salah satu cara AIP Nusra memberikan pembelajaran kepada kita semua ummat bangsa. Dimana akhir – akhir ini kondisi kebangsaan sebagai warga negara bangsa masih terasa terkotak oleh eforia pilpres yang cendrung belum menyatu secara utuh. Ini adalah cara AIP Nusra berdakwah dengan cinta menggelorakan semangat kebersamaan dan cinta tanah air.

Karena dakwah itu adalah mengajak bukan mengejek. Mencintai bukan mencaci. Merangkul bukan memukul. Mendamaikan bukan memisahkan. Penuh hikmah bukan fitnah. Saling asih asah dan asuh penuh cinta bukan menebar kebencian dan propaganda.”

Masih dalam pandangan beliau “Sebagai generasi masa depan penerus bangsa karena pemuda yang hebat ksatria adalah mereka yg berkata apa yang telah kamu berikan pada negerimu, bukan menanyakan apa yang sudah negri berikan kepadamu. (Soekarno).”

“Membumikan tradisi melestarikan mazhab ahlussunnah waljamaah mengirimkan doa- doa kepada leluhur adalah harus ditanamkan sejak dini kepada anak cucu kita generasi penerus.

” Kampus AIP Nusra yg berada di pulau seribu menara ini menyerukan kepada semua anak bangsa untuk mari bersatu padu jangan bercerai berai. Pandangan pikiran boleh berbeda tapi tetap dalam bingkai NKRI. Mari bergandengan tangan penuh cinta memajukan merah putih. Inilah pesan dari Napak tilas untuk kita semua.” Demikian beliau jelaskan.(Smy)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA