Musrenbang : Data BPS Lotim, Jumlah Penduduk Miskin 16,15 Persen

0
185
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – seluruh program prioritas Pemerintah Daerah hakekatnya adalah demi mensejahterakan masyarakat di segala aspek, termasuk menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy pada pembukaan Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Lombok Timur tahun 2020 yang berlangsung Rabu (22/04).

Musrenbang yang bertujuan menyempurnakan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 serta mengintegrasikan usulan pembangunan atau rencana kerja secara teknokratis, politis, maupun partisipatif tersebut berlangsung melalui videoconfrence yang diikuti Forkopimda Lombok Timur, OPD, Camat, Kepala BUMD, dan Organisasi Kemasyarakatan.

Iklan

Sesuai arah kebijakan pembangunan tahun 2021, tema yang diusung dalam penyusunan RKPD Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021 adalah “Pertumbuhan dan Pemerataan Hasil Perekonomian dalam Pengentasan Kemiskinan”. Tidak heran jika Bupati menekankan untuk menambah dan meningkatkan program yang secara signifikan meningkatkan IPM termasuk mereduksi angka kemiskinan.

Cakupan Kartu Indonesia Sehat juga diharapkan dapat ditingkatkan.
Berdasarkan data BPS tahun 2019 jumlah penduduk miskin Lombok Timur sebesar 193,560 jiwa atau 16,15 persen. Dari segi IPM Kabupaten Lombok Timur tahun 2019 menunjukkan angka 66,23, yang meskipun mengalami peningkatan sebesar 1,35 dari tahun 2018, namun masih harus terus ditingkatkan.

Kondisi ini sudah seharusnya menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan program serta terobosan progresif agar jumlah penduduk miskin dapat terus dikurangi dan IPM terus mengalami peningkatan.

Ditambahkan Bupati, perencanaan pembangunan yang dirancang diharapkan tidak hanya berupaya menyelesaikan permasalahan jangka pendek, melainkan mampu mengantisipasi permasalahan di masa datang. Diperlukan kepekaan dan Komitmen tinggi untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan tersebut harus juga sejalan dengan penanganan yang komprehensif dan inovatif, penerapan prinsip berkelanjutan, serta penanganan yang terintegrasi.(Bul)