MEMAHAMI SEMBOYAN WARGA NW, “NAHDLATUL WATHAN FILKHAIR, NAHDLATUL WATHAN FASTABIQUL KHAIRAT”

MEMAHAMI SEMBOYAN WARGA NW, “NAHDLATUL WATHAN FILKHAIR, NAHDLATUL WATHAN FASTABIQUL KHAIRAT”

Berdasarkan makna-makna tersebut dapat kita tarik satu pengertian yang utuh bahwa Nahdlatul Wathan filkhair dan Nahdlatul Wathan fastabiqul khairat adalah kebangkitan setiap diri di atas tanah air (negara) secara total, lahir maupun batin dengan nilai-nilai kebaikan dan berlomba-lomba menggerakkan nilai-nilai kebaikan tersebut untuk kemanfaatan hidup bersama.

Jadi siapapun yang menjadi warga NW dimanapun berada baik ketika sendiri maupun bersama-sama, menjadi pejabat negara atau rakyat biasa, menjadi pemimpin atau bukan pemimpin, senantiasa istiqamah dalam nilai-nilai kebaikan. Hari demi hari, waktu demi waktu tidak ada yang sia-sia, semua terisi dengan kebaikan yang banyak dan tidak terputus walaupun tantangannya berat.

Bisa jadi disuatu tempat nilai-nilai keburukan demikian mendominasi, sehingga hampir-hampir nilai kebaikan tidak ada sama sekali. Tetapi orang yang mengaku sebagai warga NW sejati, sedikitpun tidak akan terpengaruh dengan keadaan tersebut, bahkan berusaha sekuat kemampuan untuk mengajak mereka ke jalan yang benar.

Maka alangkah tidak tepat kalau ada orang yang mengaku warga/jamaah NW, suka membuat perpecahan di tengah-tengah umat. Ini melanggar ajaran Al Quran dan hadits Nabi. Allah dan Rasul memerintahkan kita untuk selalu bersatu dan dilarang bercerai berai (QS. Ali Imran 3:103), karena itu bisa membuat hubungan sesama manusia khususnya umat Islan menjadi hancur berkeping-keping. Itulah sebabnya pendiri NW Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dalam banyak kesempatan ketika beliau masih hidup senantiasa menyampaikan untuk selalu kompak, utuh dan bersatu.

Perlu diketahui bahwa memelihara suasana hablum minannas yang kompak, utuh dan bersatu ini adalah jenis kebaikan yang mesti kita jaga selama-lamanya. Ingatlah bahwa NW itu adalah alat untuk berjuang menegakkan agama Allah, mencerdaskan akal dan nurani, membina kerukunan umat dan mengokohkan persatuan dalam kebersamaan yang abadi.

Maka dari itu, sebagai warga/jamaah NW terus bergerak menunjukan nilai-nilai kebaikan mulai dari lingkup terkecil dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat hingga berbangsa dan bernegara. Karena secara keselurahan (kaffah) orang-orang NW selalu ingin hidup damai, bersatu, bekerjasama dalam nilai-nilai kebaikan yang banyak. Hal ini tergambar betul dari doa ishlahul ummah yang sering kita baca yaitu:

اللهم اصلح امة محمد صلى الله عليه وسلم، وفرج عن امة محمد صلى الله عليه وسلم، وارحم امة محمد صلى الله عليه وسلم، واشر وحفظ وايد نهضة الوطن فى العالمين بحق محمد صلى الله عليه وسلم.

Ya Allah perbaikilah keadaan umat Nabi Muhammad SAW, hilangkanlah kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, sayangilah umat nabi Muhammad SAW, sebarkan, pelihara dan satukan Nahdlatul Wathan di alam semesta dengan kebenaran ajaran nabi Muhammad SAW.

Dalam doa tersebut tergambar dengan jelas nilai-nilai kebaikan yang ingin dicapai selama hidup di dunia. Orang-orang NW sangat berkeinginan agar seluruh umat nabi Muhammad SAW baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia selalu diliputi kebaikan demi kebaikan terus berlanjut tiada putus-putusnya hingga hari qiyamat nanti.

Alangkah bersyukurnya kita sebagai orang NW yang telah mendapatkan pengajaran dan pembinaan dari Maulana Syaikh yang sangat luhur itu. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyangkal dan menolak semua warisan ilmu yang telah diwariskan kepada kita. Beliau telah membekali kita dengan hizib, tarekat, wasiat, nasehat, petuah, syair/lagu dan lain sebagainya. Semua warisan tersebut adalah dalam rangka menyebar luaskan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga tulisan ini menjadi salah satu ikhtiar terbaik untuk terus menegakkan nilai-nilai kebaikan demi bersatunya NW khususnya dan umat Islam pada umumnya. Aamiin.

Bekasi, 7 Shafar 1441 H/6 Oktober 2019 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA