Imam memiliki banyak cabang yang bervariasi macam dan bentuknya, dari hal yang sederhana sampai hal yang luar biasa.
Adapun diantara cabang Iman tersebut adalah sifat malu. Malu merupakan salah satu ciri orang yang beriman. Jika sifat malunya sudah hilang, maka seseorang akan dengan mudah melakukan sebuah kemaksiatan.
Orang yang merasa biasa memperlihatkan auratnya di tempat umum tanpa rasa bersalah atau berdosa, bahkan tampangnya seperti orang yang bangga memperlihatkan bentuk tubuhnya adalah sebuah contoh orang yang sudah hilang malunya atau disembunyikan malunya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Keterangan tentang malu merupakan bagian dari cabang Iman dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist : 8. Berikut teks haditsnya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Al Ju’fi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir Al ‘Aqadi yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”.
Muhammad Fathi




