Sinar5news.com – Jakarta Timur – Gema takbir berkumandang mengiringi pelaksanaan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Daarul Musafiriin yang berlokasi di area Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jl. Sejajar Tol Sisi Timur KM 2, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026). Rangkaian ibadah setahun sekali ini berlangsung dengan sangat khidmat, tertib, dan lancar sejak awal hingga akhir acara.
Suasana perayaan hari kemenangan kali ini terasa lebih istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan langsung oleh pengurus Masjid Daarul Musafiriin, Ust. Ahmad Syabandi, saat memberikan sambutan dan pengarahan kepada jamaah sebelum ibadah dimulai.
Beliau menuturkan bahwa momen Idul Fitri tahun ini menjadi catatan tersendiri. Pasalnya, selama masa pengabdian beliau di masjid tersebut, baru kali ini Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang turut hadir dan melaksanakan Shalat Id berbaur bersama para jamaah di masjid terminal. Adapun posisi Kepala Unit Terminal Terpadu Pulo Gebang saat ini (2026) dijabat oleh Bapak H. Christianto.

Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib pada Shalat Idul Fitri kali ini adalah Ust. Sugi. Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema tentang betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya yang beriman.
Ust. Sugi mengutip sebuah penegasan dari sabda Rasulullah SAW bahwa sejatinya seluruh umat Nabi Muhammad dijamin pasti akan masuk surga, kecuali mereka yang enggan (Aba). Lebih lanjut, sang khatib menjabarkan dengan lugas siapa sebenarnya golongan yang enggan tersebut.
“Mereka yang enggan adalah orang-orang yang menolak taat kepada ajaran Rasulullah SAW. Mereka adalah hamba yang tidak mau mendirikan shalat, tidak mau berpuasa, dan enggan mengingat Allah SWT,” papar Ust. Sugi di hadapan para jamaah.

Beliau juga mengingatkan bahwa karunia ibadah puasa di bulan Ramadhan serta hadirnya malam Lailatul Qadar merupakan bentuk nyata dari desain kasih sayang Allah. Semua itu dianugerahkan agar umat Islam mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, kembali kepada kesucian (fitrah), dan pada akhirnya menjadi asbab dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Menutup khutbahnya, Ust. Sugi memanjatkan doa dan harapan. Beliau memohon kepada Allah SWT agar segala amal ibadah yang telah ditunaikan selama bulan puasa—baik itu ibadah puasa, shalat, maupun penunaian zakat—diterima sepenuhnya dan menjadi jalan turunnya ampunan Ilahi.
Rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah ini kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen penuh kehangatan ini melibatkan seluruh jamaah dan jajaran pengurus Terminal Terpadu Pulo Gebang yang berkesempatan hadir.
Kebersamaan tersebut semakin erat dengan digelarnya acara sarapan bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan secara swadaya oleh para jamaah, mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan dan rasa syukur di hari yang fitri.




