Kultum 7 Ramadhan: Mengevaluasi perjalanan puasa yang telah dilalui

Kultum 7 Ramadhan: Mengevaluasi perjalanan puasa yang telah dilalui

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

الحمد لله الذي قال: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ .و الصلاة و السلام على نبينا محمد خير الانبياء والمرسلين ، واله وصحبه اجمعين اما بعد

Yang terhormat : Pengurus Masjid…., para hujjaj, para asatidz dan segenap jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah SWT.

Untaian Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan manusia akal sehat untuk bisa memikirkan, menimbang dan mengevaluasi mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akal mereka bisa memperoleh pengetahuan tentang berbagai hal yang bisa dilakukan untuk menjadi hamba yang lebih baik melalui pengabdian yang tulus.

Semoga shalawat dan salam terus tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebaik-baik Nabi dan Rasul yang pernah diutus Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jamaah Shalat tarawih yang dimuliakan Allah

Penting bagi orang yang berpuasa untuk mengevaluasi perjalanan Ramadhan yang telah dilalui sejak beberapa hari yang lalu, sebagai landasan untuk memantapkan perjalanan puasa yang berikutnya akan dilalui.

Walaupun perjalanan puasa masih lama, kurang lebih tinggal tiga minggu lagi, evaluasi tetap penting untuk dilakukan. Bahkan sebagusnya evaluasi puasa ini dilakukan setiap hari, supaya jelas apa permasalahan yang dihadapi dalam berpuasa, serta bisa dicarikan solusi terbaik supaya puasa yang dilakukan semakin baik.

Puasa yang dilakukan akan semakin baik, apabila dalam pelaksanaannya diberikan perhatian yang baik. Di antara perhatian yang baik tersebut adalah mengadakan evaluasi terhadap puasa yang telah dilalui. Semakin sering diadakan evaluasi, akan semakin memperbagus bobot puasa yang dilakukan.

Bobot puasa yang dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap keadaan orang yang berpuasa, baik terhadap kebaikan di dunia ataupun kebaikan di akhirat kelak. Paling tidak akan mendatangkan atau menambahkan semangat berpuasa bagi orang yang merasa bahwa ada sedikit perbaikan dalam pelaksanaan puasa yang dilakukan setelah diadakan evaluasi. Penambahan semangat ini merupakan sebagian kecil dari pengaruh positif terhadap evaluasi puasa yang diperoleh di dunia. Adapun kebaikan di akhirat adalah mendapatkan ampunan dan surga bagi orang yang puasanya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ampunan dan surga merupakan salah satu ganjaran bagi orang yang puasanya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan evaluasi merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan puasa yang lebih baik dan diterima oleh Allah yang maha kuasa.

Jamaah Shalat tarawih yang dimuliakan Allah

Puasa yang diterima oleh Allah adalah puasa yang dilakukan dengan benar dan ikhlas karena Allah semata. Puasa yang benar adalah puasa yang sesuai rukun dan syaratnya. Sedangkan puasa yang ikhlas adalah puasa yang dilakukan karena mengharap Ridha dan Rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan mengharapkan pujian dan perhatian dari sesama manusia.

Bila selama ini kita melakukan ibadah puasa Ramadan karena pujian manusia, maka puasa berikutnya sebisa mungkin untuk diupayakan puasa karena Allah semata. Kalaupun masih terasa sulit berpuasa karena Allah, maka evaluasi berkala merupakan salah satu ikhtiar terbaik untuk menjadikan kualitas puasa menjadi lebih baik.

Menjadikan kualitas puasa menjadi lebih baik merupakan ikhtiar mulia yang harus dilakukan oleh orang yang berpuasa. Siapapun orangnya, mau dia Kiai, Ustadz, guru, penuntut ilmu, orang awam, ataupun manusia pada umumnya, jika ingin mendapatkan kualitas puasa terbaik, maka sebaiknya mengadakan evaluasi terhadap puasa yang telah dilakukan.

Apa saja yang perlu dievaluasi untuk mendapatkan kualitas puasa yang lebih baik ?.

Secara garis besar, hal penting yang perlu dievaluasi supaya menghasilkan puasa yang semakin baik adalah: pertama dari sisi orang yang berpuasa sendiri, dan kedua dari sisi pelaksanaan puasa yang telah dilakukan. Dari kedua sisi ini, orang yang berpuasa merupakan pengaruh utama untuk memperoleh hasil terbaik dalam ibadah puasa.

Jamaah Shalat tarawih yang dimuliakan Allah

Orang yang berpuasa merupakan kunci utama dari penyebab baik dan buruknya kualitas puasa yang dilakukan. Jika orang yang berpuasa melaksanakannya dengan serius, niat yang baik dan atas dasar ilmu, maka puasa yang dihasilkan akan dimungkinkan baik dan berkualitas. Tapi, jika orang yang berpuasa melakukan puasa dengan setengah hati, tanpa ada niat yang tulus dalam berpuasa, maka dimungkinkan hasilnya akan asal-asalan alias tidak berkualitas.

Karena begitu berpengaruhnya orang yang berpuasa terhadap kualitas puasa yang dilakukan, maka orang yang berpuasa sebaiknya meluruskan niat dalam menjalankan puasa, lebih serius dalam berpuasa, serta belajar tentang berbagai hal terkait puasa, sebagai realisasi dari wujud keinginan untuk memperoleh kualitas puasa yang terbaik.

Adapun dari sisi pelaksanaan puasa yang dilakukan adalah perlu memperhatikan perjalanan puasa dari hari ke hari, apakah dalam pelaksanaannya ada yang kurang dan perlu untuk diperbaiki, atau ada yang perlu untuk ditingkatkan, atau ada yang perlu untuk tetap dilakukan. Jika salah, maka perlu diperbaiki. Jika kurang, maka perlu ditambahkan. Dan jika bagus maka perlu dilestarikan atau ditingkatkan biar lebih baik.

Demikian kultum yang bisa saya sampaikan pada malam ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.

Wallahul mafiq Wal Haadi ilaa Sabilirrasyad

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh: Muhammad Fathi

 

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA