Konsep-konsep Pemikiran Maulana Syaikh Dalam Membangun Bangsa

Konsep-konsep Pemikiran Maulana Syaikh Dalam Membangun Bangsa

Sinar5news.com – Dalam menyikapi perubahan prilaku zaman, di suatu kesempatan Maulanasyaikh pernah memberikan kaidah fikirannya yaitu :
ترحب بالحديث وتحترم بالقديم وترتب بينهما
Menerima hal yang baru, menghormati tradisi yang lama, lalu mengkolaborasikan hal yang baru dan budaya tersebut.
Hal ini senada dengan pemikiran yang pernah dicetuskan oleh salah satu dari tokoh NU yang mengatakan :
المحافظة على القديم الصالح, والاخذ بالجديد الاصلح, والاصلاح الى ما هو الاصلح, ثم الاصلح فالاصلح

hal lama tp masih baik, pertahankan!,hal baru dan lebih baik, adopsi!, dan teruslah menuju kepada hal yang lebih baik, hingga diraih yag lebih baik, dari yag terbaik.
Melahirkan suatu inovasi, artinya anak-anak muda sekarang dalam semangat membangun bangsa perlu memiliki jiwa inovasi kedepan.

Mempunyai jiwa inovasi ke depan berarti memiliki sikap atau kemampuan untuk berfikir kreatif, menciptakan ide-ide baru yang dapat meningkatkan atau mengembangkan sesuatu dengan cara yang lebih baik di masa mendatang, berani mengambil risiko, berpikir di luar dari kebiasaan, dan berusaha mencari solusi yang tidak tergolong lampau untuk persoalan di masa sekarang.

Dengan jiwa inovasi, suatu masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi tantangan secara efektif, serta memanfaatkan peluang yang ada untuk kemajuan. tidak boleh stagnan, dan Maulanasyaikh sudah mencetuskan pemikiran tersebut pada bangsa indonesia
Bagaimanapun majunya sebuah peradaban dan inovasi, hendaknya tidaklah menghilangkan budaya dan tradisi terdahulu melainkan tetap dijaga, dalam contoh bagaimanapun telah berkembangnya inovasi dan kemajuan dalam pembelajaran, baik hak murid maupun dengan pengajar itu disamakan, budaya menghormati guru itu tidak boleh dihilangkan. Atau dalam pribahasa mengatakan “kau boleh terbang setinggi langit, tetapi janganlah lupa tempat kakimu pernah berpijak”.

Menggabungkan inovasi baru dengan budaya yang lama maka akan melahirkan konsep pemikiran besar yang disebut dengan moderasi. Dan pada akhirnya moderasi dalam pemikiran ini kan melahirkan istilah nahdloh fikriyyah (kebangkitan fikiran), nahdloh ijtima’iyyah (kebangkitan sosial), nahdloh siyasiyyah (kebangkitan politik), dan nahdloh diniyyah islamiyyah (keagamaan/spiritual).adapun rincian dari pada istilah-istilah tadi akan dibahas di penulisan selanjutnya.

Pada akhirnya semua konsep-konsep pemikiran itu membawa penggunanya atau pemikirnya pada pandangan yang terbuka (open-mindedness), tidak tertutup (close-mindedness) atau fanatisme. Karena kita hidu di era teknologi yang dimana masyarakat yang hidup didalamnya sudah menyatu bahkan akut dengan teknologi. Apabila tidak terbuka maka akan ditinggal oleh zaman, dalam arti dibuat bingung sendiri oleh fikirannya sendiri.

Konsep-konsep pemikiran Maulanasyaikh ialah pengetahuan, dan berfikir inklusif.
Sumber : Presentasi Ust. Muhammad Hizbullah MA. Pada cara seminar dialog kebangsaan di Ma’had Sengon Cinere Depok, 16 Agustus 2024.

Penulis : Andi Risdianto (Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Cabang HIMMAH NWDI Jakarta dan Presiden Mahasiswa STAIMI DEPOK)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA