Khubah Jum’at Edisi 2 Oktober 2026: Pintu Taubat Senantiasa Terbuka
KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Alhamdulillah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat kembali menunaikan kewajiban fardhu ‘ain yakni shalat Jumat berjamaah di masjid yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, sosok yang menuntun umat dari kegelapan menuju cahaya Islam, membimbing kita mengenali mana yang halal dan haram, serta mana yang hak dan bathil. Semoga kita semua berhak mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Amin.
Sebelum melanjutkan materi khutbah, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan istiqamah menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Jamaah sekalian yang berbahagia,
Sebagai manusia biasa, kita tidak pernah lepas dari dosa—baik dosa besar maupun kecil, disengaja maupun tidak. Jika kita jujur, jumlah dosa yang kita perbuat sering kali jauh lebih banyak dibanding amal pahala kita. Shalat fardhu hanya lima kali sehari, sementara peluang berbuat dosa bisa terjadi setiap saat. Begitu pula puasa Ramadan yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Oleh karena itu, tidak sewajarnya kita bersikap sombong atau merasa sudah suci hanya karena merasa amal ibadah, sedekah, atau haji dan umrah kita sudah banyak. Rasa merasa tidak berdosa justru melahirkan keangkuhan dan ujub.
Lebih baik kita mengakui kelemahan dan banyaknya dosa diri kita agar kita selalu sadar untuk terus bertaubat dan beristighfar. Rasullullah SAW yang dijamin maksum (bebas dari dosa) dan dijamin masuk surga pun selalu bertaubat dan beristighfar setiap hari.
Sebagaimana hadis dari Al-Agharr bin Yasar Al-Muzani RA, Rasulullah SAW bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim)
Jika seorang Rasul yang agung beristighfar 100 kali sehari, maka kita yang berlumuran dosa ini jauh lebih membutuhkan taubat dan istighfar kepada Allah SWT.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW memberikan penegasan mengenai sifat dasar manusia dan sebaik-baik hamba yang berbuat salah:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibn Majah)
Sebesar apa pun dosa yang telah kita perbuat, selama kita tidak menyekutukan Allah (syirik) dan sungguh-sungguh bertaubat dengan taubatan nasuha, pintu ampunan dan rahmat Allah sangat luas. Kita harus menjauhi segala perbuatan yang mengarah pada syirik, baik lewat ucapan maupun tindakan nyata seperti menyembah patung, berhala, atau makhluk.
Pintu taubat senantiasa terbuka lebar bagi setiap hamba. Rasulullah SAW bersabda mengenai batas waktu diterimanya taubat:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di tenggorokan (sakaratul maut).” (HR. Tirmidzi)
Begitu pula terkait tanda kiamat, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR. Muslim)
Jamaah sekalian,
Jatah hidup kita di dunia ini sangat singkat. Sangat rugi apabila kita mengakhiri hidup tanpa sempat bertaubat dan memohon ampunan, hingga yang tersisa hanyalah penyesalan dan siksa. Sebaliknya, bagi siapa pun yang mengisi waktunya dengan memperbanyak istighfar, menyesali dosa, serta berjanji tidak mengulanginya, insya Allah akan diselamatkan di akhir hayat dengan husnul khatimah, mendapat nikmat kubur, terlindungi di Padang Mahsyar, serta dimasukkan ke dalam surga-Nya berkat ampunan Allah dan syafaat Nabi Muhammad SAW.
بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المْسُلِمِيْنَ وَالمْسُلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
Teks Khutbah Kedua (Full Bahasa Arab):
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis 25 buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732





