Sinar5news.com – Lotim – Kepala Desa Dasan Borok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Angga Sarimah, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dan menangkal penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diwilayah Desanya, agar masyarakatnya tidak terserang Virus Pandemi yang sangat dikhawatirkan semua orang. Hal itu disampaikan Angga kepada Wartawan dikantornya. Senin(30/03/2020).
Menurut Kepala Desa yang baru menjabat tiga tahun tersebut, begitu pemerintah mengumumkan penyebaran Covid-19 itu mewabah di Negara kita termasuk di NTB, kami mengambil langkah cepat dengan melakukan penyemprotan Disinfektan.

“Jadi begitu ada pengumuman dari Pemerintah baik Pusat,Provinsi dan Kabupaten tentang penyebaran Covid-19 ini, kami langsung rapat dengan semua perangkat desa dan tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk melakukan penyemprotan terhadap rumah-rumah masyarakat dan pasilitas umum lainnya,” Ungkap Angga.
Ia juga menambahkan kekompakan dari masyarakat kami cukup baik sehingga pada hari itu juga kami langsung melakukan penyemprotan Disinfektan keseluruh tempat,kampong yang ada di wilayah Desa Dasan Borok.
Bahkan Pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa dasan Borok langsung melakukan inovasi sesuai dengan keahlian mereka masing-masing,sehingga mereka membuat Bilik Disinfeksi (disinfecsion chamber).

“Alhamdulillah pemuda-pemuda kami yang ada di Desa Dasan Borok ini sangat peduli dengan bahaya Wabah Covid-19, sehingga mereka langsung menawarkan kepada saya untuk membuat Bilik Disinfeksi yang kalau kami sebut dengan Saung Anti Corona. Bilik ini kami taruh didepan Kantor Desa sehingga masyarakat kami yang datang kekantor, begitu masuk langsung disemprot dengan cairan disinfektan yang sesuai dengan standar kesehatan,” Terang Angga.
Dan inovasi dari pemuda kami ini,sangat kami hargai karena mereka bisa menciptakan alat yang sangat bermanfaat untuk menjaga keselamatan dari masyarakat kami yang ada disini.
“Saya pikir alat ini sangat bermanfaat untuk penyemprotan disinfektan, dan alat ini otomatis. tatkala orang itu masuk dibilik tersebut secara otomatis cairan disinfektan akan keluar dan menyirami orang yang masuk kekantor kami. Dan untuk dimaklumi bahwa alat ini dibuat oleh Pemuda kami disini dari bahan-bahan bekas, sehingga hal yang tadinya kurang bermanfaat menjadi bermanfaat,” Tuturnya.
Ketika ditanya wartawan tentang berapa biaya pembuatan Bilik Disinfeksi tersebut, Angga mengatakan akan sangat terjangkau oleh siapaun yang berminat untuk memakai atau membeli alat tersebut, dan kalaupun ada dari manapun dan siapapun yang ingin mengetahui cara pembuatan Bilik Disinfeksi tersebut, pihaknya siap untuk berbagi ilmu tentang alat tersebut.
Angga juga mengatakan pihaknya dan Pemuda Dasan Borok, juga siap untuk membantu jika ada dari pihak lain yang ingin dibuatkan alat Bilik Disinfektan tersebut, karena sebagai pembuat pertama adalah Pemuda-pemuda Desa Dasan Borok Kecamatan Suralaga.

Ditamahkannya untuk membatasi jumlah kerumunan orang-orang sebagai salah satu yang dilarang dalam mencegah Copid-19 itu, pihaknya sudah menutup salah satu pasar yang ada didaerahnya.
“Di Desa kami ini kan ada dua pasar tradisional, kita kan dilarang untuk mengumpulkan banyak orang. Sesuai dengan anjuran Bapak Bupati. Akhirnya dengan terpaksa kami tutup dulu satu pasar yang ada disini sehingga yang beroperasi saat ini satu pasar. Dan Alhamdulillah berjalan lancar tidak ada yang merasa dirugikan dengan penutupan itu karena masyarakat kami sudah sadar dengan bahaya kumpul-kumpul itu,” Pungkasnya(Bul)




