Jaga Iman Dari Bahaya Virus Corona

Jaga Iman Dari Bahaya Virus Corona

Corona yang lagi naik daun dikalangan masyarakat nampaknya semakain memiliki posisi yang sangat Luar biasa dalam pandangan dunia. Hampir setiap media membicarakan dan menggemburkan Corona. Persis seperti lagi tenarnya artis yang lagi naik daun.

Pembicaraan tentang corona terus update, setiap hari masyrakat dunia mebincangkan dan menghebohkan tentang perkembangan corona yang semakin meluas. Cerita tentang keganasan corona terus masuk menyusupi lorong – lorong pemukiman warga. Ntah siapa yang menyebarkan dan membesarkan tentang cerita corona sehingga menjadikan beritanya kian seram dan menakutkan.

Berita tentang keganasan corona terus menghantui kehidupan masyarakat, apalagi bila melihat suasana yang biasanya ramai disuatu tempat, tiba-tiba menjadi sepi dan hening secara mendadak, membuat corona terasa semakin menyeramkan. Apalagi ditambah dengan ditutupnya sebagian tempat ibadah dengan alasan takut terhadap virus corona, menambah suasana semakin seram dan menakutkan serta menaikkan reputasi corona dikalangan masyarakat.

Sebenarnya, diantara sebagian hal yang menyebabkan corona semakin terdengar seram adalah terletak kepada cara pandang seseorang dalam menyikapinya. Ketika disikapi dengan pandangan medis semata, maka akan menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Berbeda kalau pandangan medis dibarengi dengan pandangan iman, yang demikian itu akan mampu mengurangi rasa takut yang berlebihan. Pandangan medis disini maksudnya melihat corona dengan pandangan dunia atau pandangan medis semata tanpa menyertainya dengan pandangan iman. Sedangkan pandangan iman adalah memandang corona dengan kaca mata iman, bahwa pada hakikat sebenarnya corona ada karena idzin Allah.

Seperti apapun model gaya pandang dalam menyikapi corona selama tidak dibarengi dengan kaca mata iman, akan selalu menimbulkan keresahan dan ketakutan pada diri seseorang. Apalagi sampai menjauh dari ajaran agama akan semakin membuat hati menjadi resah dan dihantui rasa takut yang berlebihan.

Semakin menyebut dan memperhatikan gejala corona kemudian tidak dikembalikan keyakinannya kepada sang pemilik yang hakiki Allah SWT, akan semakin menambah ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan. Hal seperti ini akan berpengaruh besar terhadap eksistensi dan kualitas iman seseorang. Karena bagian iman yang sangat rentan dalam hal ini adalah rukun iman yang terakhir percaya terhadap takdir baik dan buruk pada hakikat sebenarnya berasal dari Allah SWT.

Orang yang mempunyai keimanan yang kokoh terhadap ketentuan Allah akan memiliki cara pandang yang jauh berbeda dibandingkan dengan orang yang tidak beriman terhadap ketentuan dan ketetapan Allah. Orang yang beriman akan merasa tenang dalam dirinya ketika melihat keganasan corona, hal ini karena mereka memiliki tempat sandaran yang kuat dan kokoh yaitu Allah SWT. Berbeda dengan orang yang tidak beriman terhadap takdir baik dan buruk. Karena tidak memiliki sandaran yang kuat maka jiwanya akan goyang, sebab tidak ada tempat bersandar.

Perbaiki cara memandang corona, karena hal itu akan berpengaruh besar terhadap eksistensi dan keberlangsungan iman. Jadikan corona sebagai wasilah untuk meningkatkan iman dan Taqwa kepada Allah yang maha kuasa, bukan sebaliknya. Perlu untuk diperhatikan, bahwa ketakutan yang sangat berlebihan akan membahayakan iman.

Jaga iman baik-baik, jangn sampai dilunturkan oleh si corona, sayangi iman melebihi sayangnya terhadap diri sendiri. Corona bagi orang beriman tidak lain adalah sebuah ujian keimana dari Allah. Maka waspadalah, jangan sampai corona merusak atau menodai iman. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA