Sinar5news- Budaya Sasak Lombok merupakan salah satu warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai luhur, seni, dan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, budaya Sasak Lombok semakin terpinggirkan, terutama di daerah-daerah urban yang lebih terpapar budaya luar. Oleh karena itu, mendirikan sanggar budaya Lombok di setiap daerah terutama di Jakarta menjadi kebutuhan mendesak untuk melestarikan identitas budaya dan memperkuat karakter bangsa.
Sanggar budaya bukan sekadar tempat belajar menari atau memainkan gamelan. Lebih dari itu, sanggar adalah pusat pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam budaya Lombok seperti Tabe Walar (tata krama), Asih, Asah, Asih ( tepo selira, tenggang rasa ) saling dukung saling junjung ( gotong royong ). Melalui kegiatan di sanggar, generasi muda dapat memahami bahwa budaya Sasak bukan hanya sekadar warisan, tetapi juga pedoman dalam bersikap dan berperilaku.
Di era yang serba digital ini, anak-anak muda lebih akrab dengan budaya pop dari luar negeri dibandingkan dengan budaya sendiri. Jika tidak ada upaya serius untuk memperkenalkan kembali kesenian seperti wayang kulit, tembang baca daun lontar, tari tradisional, hingga filosofi hidup Lombok bukan tidak mungkin budaya kita akan semakin tergerus. Sanggar budaya dapat menjadi ruang yang membangun kebanggaan terhadap akar budaya sendiri.
Keberadaan sanggar budaya Sasak di setiap daerah khususnya di Ibu kota juga berperan dalam memperkuat jejaring antardaerah dalam pelestarian budaya. Dengan adanya kolaborasi antara sanggar satu dengan lainnya, baik dalam bentuk festival, pelatihan, maupun pertunjukan bersama, budaya Lombok dapat terus hidup dan berkembang. Selain itu, dukungan dari pemerintah, komunitas budaya, dan akademisi juga sangat diperlukan untuk memastikan sanggar budaya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain sebagai wadah pelestarian, sanggar budaya juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Kegiatan seperti pelatihan seni, produksi kerajinan tangan, pembuatan wayang, hingga pertunjukan seni dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari budaya mereka sendiri. Jika dikelola dengan baik, sanggar budaya bisa menjadi daya tarik wisata yang mendukung ekonomi lokal.
Keberadaan sanggar budaya Sasak Lombok di setiap daerah bukan hanya penting, tetapi juga menjadi kebutuhan agar budaya luhur ini tidak hilang ditelan zaman. Dengan membangun sanggar budaya, kita tidak hanya melestarikan kesenian, tetapi juga menjaga nilai-nilai kehidupan yang menjadi identitas bangsa.
Mari kita bersama-sama jaga, rawat, lestarikan serta menghidupkan kembali budaya daerah kita masing-masing di tanah Nusantara di setiap sudut negeri, agar generasi mendatang tetap mengenal dan bangga dengan warisan nenek moyangnya. Sebab budaya yang lestari adalah tanda bangsa yang berjati diri. Hanya bangsa yang menjaga melestarikan budaya yang dapat terjaga lestari sepanjang zaman. Samianto Rinjani ( Presiden Forum Kebangsaan )


