Inspiratif! Dari Cuci Motor hingga Jadi Kafe Favorit Warga, Fresh Milk Istana Cafe Terus Berkembang

Inspiratif! Dari Cuci Motor hingga Jadi Kafe Favorit Warga, Fresh Milk Istana Cafe Terus Berkembang

Inspiratif! Dari Cuci Motor hingga Jadi Kafe Favorit Warga, Fresh Milk Istana Cafe Terus Berkembang

Tegal, Selasa 24 Maret 2026 — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa usai shalat Isya di kediaman Hj. Umi Marhumah, yang berlokasi di Jalan Raya Bogares Lor Nomor 75 RT 005 RW 001, Kecamatan Pangkah, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan wawancara santai namun penuh inspirasi bersama pemilik Fresh Milk Istana Cafe, sebuah usaha kuliner yang kini semakin dikenal masyarakat.

Dengan ramah, Hj. Umi Marhumah membuka cerita perjalanan usahanya. Berawal dari pengalaman merantau dan bekerja di Jakarta sejak tahun 2014, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman setelah pensiun. Keinginan untuk tetap produktif mendorongnya mencari peluang usaha yang sesuai.

“Awalnya kami membuka usaha cuci motor dan mobil di tempat ini. Lalu terpikir, bagaimana kalau pelanggan yang menunggu juga bisa menikmati makanan dan minuman,” tuturnya.

Dari ide sederhana tersebut, lahirlah Fresh Milk Istana Cafe, yang kini berkembang menjadi tempat favorit masyarakat untuk bersantai, berkumpul, hingga mengadakan berbagai acara seperti arisan, pengajian, ulang tahun, hingga reuni keluarga.

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari aneka minuman susu segar berbagai rasa—yang dipasok langsung dari daerah Baturaden, Purwokerto—hingga makanan berat dan camilan. Salah satu menu andalan yang paling diminati adalah ayam bakar. Selain itu, tersedia juga ayam goreng crispy, ayam geprek, dan berbagai olahan ayam lainnya.

“Alhamdulillah, respon pelanggan sangat baik, terutama untuk ayam bakarnya,” ujarnya.

Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam, dengan seluruh karyawan berasal dari warga sekitar, yang turut membantu mengurangi angka pengangguran di lingkungan setempat.

Dalam kondisi ramai, terutama di akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 100 orang per hari. Bahkan untuk acara tertentu seperti halal bihalal atau pertemuan, jumlahnya bisa menembus 150 orang. Sementara di hari biasa, pengunjung berkisar 20 orang.

Perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Hj. Umi Marhumah sempat membuka cabang di Brebes, namun harus ditutup setelah satu tahun karena kendala jarak dan waktu. Meski begitu, ia tetap fokus mengembangkan usaha utama yang kini berdiri di lahan milik sendiri.

Tak hanya berorientasi bisnis, Hj. Umi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga. Ia menekankan pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anaknya, meskipun di tengah kesibukan sekolah.

“Motivasi utama adalah kebahagiaan dan pondasi agama. Jangan sampai anak-anak jauh dari Al-Qur’an,” ungkapnya penuh harap.

Menutup wawancara, Hj. Umi Marhumah menyampaikan rasa syukur atas perjalanan usahanya yang terus berkembang dan berharap dapat terus memberikan manfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.

Kisah ini menjadi bukti bahwa dengan niat, kerja keras, dan inovasi, usaha kecil pun bisa tumbuh menjadi besar serta membawa keberkahan. (Amr/Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA