Ini Kata Direktur RSUD Selong Soal Orang Asal India ,Diduga Suspect Corona.

Ini Kata Direktur RSUD Selong Soal Orang Asal India ,Diduga Suspect Corona.

Sinar5news.com – Selong – Direktur Rumah sakit Umum Daerah(RSUD) dr.Soejono Selong Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) dr. Tantowi melakukan konprensi pers diruang rapatnya terkait beredarnya isu pasien RSUD selong WNA(Warga Negara Asing) asal India yang diduga Suspek Virus Corona.

Pada giat tersebut dipimpin Direktur RSUD Raden Soejono Selong dr.Tantowi yang juga didampingi oleh dr.Nur Cristy,Kabid Pelayanan L.Hariyanto Sutrisno,S.Kep.Ns,MM, Seksi Pelayanan dr.Joni Sanjaya dan IGD Rully Hadi Prabowo,SST dan sejumlah awak media.
Dr.Tantowi menjelaskan memang ada pasien WNA berkebangsaan India sempat dirawat di rumah sakit dokter Raden Soedjono Selong, Lombok Timur beberapa jam pada hari Senin pagi tanggal 02 Maret 2020 sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit umum provinsi di Mataram.

Pasien dengan inisial N usia 35 tahun asal India dibawa ke rumah sakit senin pagi sekitar pukul 11.00 wita, pasien sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Dokter Raden Soedjono Selong Lombok Timur sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit umum provinsi di mataram sekitar pukul 17.20 wita.

“Pasien masuk pukul 11.00 wita dengan jenis kelamin laki-laki bersama perempuan yang merupakan istrinya,kita lakukan cleaning karna ada riwayat baru datang dari luar negeri, dan kita langsung melakukan isolasi di IGD, dan dokter melakukan pemeriksaan,hasilnya si istri dalam kondisi hamil. Untuk pasien WNA mengeluh demam selama 5 hari, nyeri kepala karena kehujanan selama perjalanan,” Ungkap Tantowi.

Dalam riwayat perjalanannya Pasien berangkat dari India tanggal 16 Februari bersama istrinya ke Lombok Timur untuk berlibur, selama perjalanan mereka transit di Malaysia selama 4 jam dan sempat tinggal di jakarta selama satu pekan. Pada tanggal 23 Februari 2020 baru tiba di Lombok Timur.

Menurut pengakuan dari si istri selama dilombok timur mereka tidak banyak melakukan aktivitas dan tidak kemana-mana hanya disekitar Pancor dan Selong saja. Selama di isolasi di RSUD Selong beberapa tindakan medis telah dilakukan diantaranya memberikan obat anti biotic,obat batuk,spesialis paru,ronsen dan laboratorium.

Dari hasil pemeriksaan penunjang radiologi, bahwa ini di rujuk keRumah Sakit Umum Provinsi untuk didiagnosa. Dan pada pukul 17.20 wita pasien dirujuk ke RSUP NTB dan pada pukul 18.30 masuk melalui portal karena menggunakan APD lengkap.

Tanggal masuk RSUD Soedjono Selong tanggal 2 Maret 2020, panas batuk lemes TDK sakit tenggorokan.- Tanggal rujuk ke RSUP 2 Maret 2020 jam 18.45 WITA.- Pemeriksaan terakhir di RSUP pukul 19.00 WITA dengan hasil suhu badan 36.9 dan Tensi 110/70.

“Saran kita dari pihak RSUD Soedjono yaitu Antisipasi, gejala demam atau respirasi segera periksa ke rumah sakit terdekat, kita takut boleh tapi antisipasi dengan cuci tangan setiap beraktivitas, kami siap menerima 24 jam,”Pungkasnya.(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA