Sinar5news.com – Jakarta – Rowan Gould merupakan seorang aktivis Islam aktif di Australia yang juga sekaligus tempatnya tinggal. Beliau aktif belajar Quran dan Tafsir, meskipun bukan akademisi, tapi berharap dengan pertemuan ini ada manfaatnya bagi komunitas muslim kedua negara. Pernah melakukan penelitian di universitas Melborne 12 tahun dan belajar tafsir. Kemudian tahun 2002 mulai bekerja di Australia di “Mozaik Conection Australia ” sekitar 10 tahun lalu melakukan pertukaran pelajar Indonesia-Australia.
Beliau seorang muslim aktif di komunitas muslim Australia. Beranggotakan 8 ratus ribu anggota dan terus bertambah sampai sekarang. Tahun 1999 beliau datang ke Australia saat itu anggotanya hanya 250 ribu bahkan kurang.
Jumlah populasi muslim di Australia sekitar 1,5 % – 3%. Sekarang di Australia para generasi muda tingkat religusnya menurun. Kemudian program beliau sangat menarik karena melihat pendidikan Islam dalam perspektif berbeda dan mencari pengetahuan di negeri lain.
Jika melakukan pendekatan yang berbeda maka akan ditemukan hal yang bernilai dan menguntungkan. Sesuai dengan hadist’ Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”. Maka prgram ini sesuai tidak hanya pertukaran dengan negara yang mirif Australia.
Meski sekarang ada internet untuk memudahkan info namun bertemu langsung dengan orang dengan sedikit perbedaan asumsi menambah khasanah. Seperti orang Timur Tengah, meski sesama Islam, namun tidak sama seperti yang ada di Indonesia misalnya.
Di Barat, muslim Barat masih mengadopsi elemen kebaikan atau hal positif dari non muslim.
Sangat tepat untuk menggali Islam di negara Timur Tengah karena berbahasa dan berbudaya Arabik, dimana Qur’an berbahasa Arab. Namun Islam di Indonesia sangat menarik.
Padahal tidak berbahasa Arab, bahkan bukan negara Islam, namun tumbuh luar biasa. Bisa dilakukan dengan pendekatan sosial dan disiplin ilmu.
Mr. Rowan mengatakan tentang pendidikan Islam, bahwa generasi muda sekarang berbeda kebutuhannya dari generasi sebelumnya.
Mereka lebih tertarik tentang teknik, teknik ruang angkasa. Sehingga kita perlu metoda atau pendekatan Islam yang modern buat mereka, yang lebih menantang saat belajar ke negeri lain kita akan tertarik dengan apa yang dilakukan masyarakat negeri lain.
Dan kita akan menghargai juga yang terdapat di negeri sendiri.
Di Indonesia banyak terdapat pesantren dan tradisi yang kuat. Beliau yakin Indonesia tempat yang luas bagi pendidikan Islam, dan kesempatan besar bagi Indonesia untuk meyebarluaskan pendidikan Islam. (Red)




