Sinar5news.com — Bekasi — Cuaca ekstrem yang terjadi sejak 17 Januari 2026 menyebabkan meluapnya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan berdampak signifikan terhadap pemukiman warga di wilayah sekitarnya. Luapan sungai tersebut mengakibatkan banjir yang merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai lebih dari 80 sentimeter dan berlangsung selama beberapa hari.

Banjir tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada fasilitas pendidikan dan keagamaan. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Bekasi. Sebagian besar area pondok pesantren terendam banjir sehingga aktivitas belajar mengajar santri terhenti sementara. Satu-satunya bangunan yang tidak terendam adalah masjid karena memiliki posisi bangunan yang lebih tinggi. Masjid tersebut kemudian difungsikan sebagai posko sementara bagi warga sekitar yang terdampak banjir sembari menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut.

Kondisi banjir yang berkepanjangan meningkatkan kebutuhan warga dan santri akan bantuan darurat, terutama kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Menyikapi situasi tersebut, Ikatan Alumni Nahdlatul Wathan (IANW) Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, berlokasi di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi dari para alumni Nahdlatul Wathan serta dukungan para dermawan. Adapun bantuan yang diberikan meliputi bahan kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, serta logistik lain yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat banjir.

Ketua Ikatan Alumni Nahdlatul Wathan (IANW), Khotibul Umam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial alumni terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir sebagai wujud solidaritas dan kepedulian alumni Nahdlatul Wathan terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah banjir. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan santri yang terdampak, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IANW akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi kemanusiaan.
“Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana,” tambahnya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan berkoordinasi bersama pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Bekasi dan pihak setempat. Hal ini dilakukan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat penerima.
Melalui kegiatan ini, IANW Jakarta berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dan santri, serta menjadi wujud nyata solidaritas sosial. IANW Jakarta berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam dan kondisi darurat lainnya.




