Oleh : Pahri Lubis.
” أمنت على السر امرأ غير حازم # ولكنه فى النصح غير مريب # ما كل ذى نصح بمؤتيك نصحه# ولا كل مؤت نصحه بلبيب # ” ( أبو الأسود الدؤلى )
” Saya percaya dengan rahasia seseorang yang tidak tegas, tetapi dalam bernasihat dia tidak mencurigakan sedikit pun. Tidak semua orang yang bijak akan memberi nasihat kepada mu, dan tidak setiap orang yang memberi nasihat adalah orang yang memiliki akal yang dalam” ( Abul Aswad Ad-Du’ali ).
Barakallahu fikum jami’an, semoga kita dapat memegang rahasia masing masing, agar tidak terjadi saling mencurigai di antara kita. Karena tidak semua orang bijak orang baik, ustaz selalu menasihati diri mu, terkadang yang memberi nasehat itu lebih rendah intelektual nya dari pada kamu yang di nasehati, namun perlu mendapat perhatian, siapa tau nasehatnya yang paling berharga membuat diri mu berubah. Syair Abul Aswad Ad-Du’ali ini menggambarkan kepada kita tentang mempercayai rahasia seseorang yang tidak termasuk tegas dalam menyampaikan satu nasehat tanpa di iringi dengan ragu. Lebih lanjut beliau sampaikan tidak semua orang bijak orang yang memiliki intelektual tinggi memberi nasehat kepada mu, mungkin di sebabkan waktu tidak memungkinkan atau mungkin juga kurang mengenal sebagai objek yang di nasehati. Abul Aswad ad Du’ali adalah peletak batu pertama ilmu nahwu atas bimbingan petunjuk dari khalifah Ali bin bin Abi Thalib, karena sebagian masyarakat mulai tidak bisa membaca Qur’an yang tidak di dampingi titik dan syakal, oleh karena nya Abul Aswad ad-Duali membuat tanda baca yang di kenal dengan titik dan syakal sebagai pembeda tanda baca semua huruf yang kosong dari titik.
Syair tersebut isinya panjang, dua bait syair atau empat potongan takti’. Beliau lebih mudah membuat syair dari pada kalimat biasa. Bait pertama tentang rahasia tidak tegas tapi tidak mencurigakan di buka kepada orang lain, sebab ada rahasia yang tidak perlu di ketahui oleh orang lain, yang menyangkut keperibadian, membuka aib seseorang. Sedangkan bait kedua tidak semua orang bijak dapat menasihati mu, tetapi orang biasa yang yang bukan tokoh, bukan orang penting sering memberi nasihat kepada mu, terimalah nasihat nya dengan baik. Sebagaimana Imam Ali karromallahu wajhah menerima nasihat dari siapa pun yang menyampaikan hatta tukang ojek sekalipun. Khalifah menjadikan guru orang yang mengajari nya sepatah dua kata seperti yang di alami nya mohon maaf di sampaikan ada yang memberi jawaban anjing kalau pipis mengangkat kakinya, hal seperti ini mungkin tidak ada dalam benak orang bijak yang intelektual, menerima nya sebagai ilmu.
Semoga kita mendapat nasihat dari orang yang tidak di curigai, terimalah nasihat yang bermanfaat dari siapa pun yang menyampaikan, sebagaimana Rasul menyampaikan ambillah hikmah nasihat sekalipun itu keluar dari mulut musuhmu. Karena ilmu itu menambah wawasan berfikir.
Sabtu, 23 Juli 2022.



