Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi : Menjadi santri Pancasila

Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi : Menjadi santri Pancasila

Dalam rangka mengisi dan meramaikan Hari Santri Nasional pada Sabtu, 22/10/22, Seluruh santri Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta yang ada dibawah Naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta mengikuti upacara Hari Santri Nasional secara serentak.

Upacara tersebut langsung dipimpin oleh para santri atas komando dari Pimpinan Pesantren Kiyai H. Muhammad Suhaidi dan kepala lembaga dari TK, MDI, SD, SMP, SMA, Panti Asuhan dan Pondok Pesantren.

Upacara terhitung lancar dan meriah, terlaksana dengan baik dari awal acara sampai selesai dengan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

Dalam upacara kali ini, sengaja di desain agak berbeda dengan upacara biasanya. Pada upacara ini, para santri dan guru upacara dengan menggunakan sarung, santri diarahkan dan diajarkan bagaimana supaya lebih mencintai negara republik Indonesia, membentuk jiwa santri menjadi manusia Pancasila, santri yang bukan hanya mencintai agamanya, juga memiliki kepedulian terhadap negaranya, memiliki kecintaan dan kepatuhan terhadap aturan Negara.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Kyai H. Muhammad Suhaidi menjelaskan tentang begitu besar jasa kaum santri dalam membebaskan Negara ini dari kaum penjajah. Beliau menjelaskan tentang pentingnya jiwa bangkit untuk memajukan dan mempertahankan Indonesia dari berbagai rongrongan, sehingga bangsa Indonesia akan utuh. 

Kyai H. Muhammad Suhaidi menyampaikan sambutan pada upacara hari santri Nasional

Beliau melanjutkan sambutannya, dengan menyebutkan bagaimana cara  membangun dan menjaga Indonesia supaya santri tidak melakukan kerusakan di Republik Indonesia, karena orang beriman kemuliaannya terletak pada ketika ada di muka bumi ini orang jadi aman, damai, cinta dan tenteram. Jangan keberadaan kita membikin onar, membuat masalah dan membuat keresahan. Lebih lagi Mars Nahdlatul Wathan yang disusun oleh pahlawan Nasional Indonesia pendiri NWDI, NBDI dan Nahdlatul Wathan yang terkenal Sulton Aulia Al magfurullah Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki makna yang mendalam pada bait kedua dan ketiga. Berikut bait Mars – nya :

“Pancasila dasar negara kita
Ketuhanan adalah sila yang utama
Mengabdi kepada negara dan bangsa
Dengan iman tertanam dalam dada

Mengabdi kepada negara dan bangsa
Dengan iman tertanam dalam dada
Marilah kita tetap berjuang
Menuju cita-cita
Mencapai negara yang adil dan makmur
Dengan keridhaan yang maha esa”

Selanjutnya beliau menjelaskan, bahwa kemuliaan Islam adalah santri betul – betul ditengah masyarakat menjadikan orang menjadi aman, tidak membuat keonaran dan tidak membuat masyarakat resah, jauhi hoxs, serta jangan kaum santri saling mengganggu dengan sesama anak bangsa. Diakhir sambutannya, beliau mendoakan supaya Negara ini dipertahankan oleh para santri yang bertangan lembut. 

Diakhir upacara, secara simbolis para santri menyerahkan Garuda Pancasila kepada Pimpinan Pesantren dan kepala Pondok, sebagai sebuah tanda bahwa santri Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta memiliki jiwa Pancasila dan kepedulian terhadap Negara Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA