Menurutnya, Grand Syekh menitipkan beberapa pesan agar Kedutaan Mesir di Jakarta memberikan perhatian dan bantuan terhadap para mahasiswa Al-Azhar dari Indonesia, mengingat mahasiswa Indonesia merupakan representasi mahasiswa asing terbesar di Al-Azhar saat ini. Ambassador Yaser menyatakan, Indonesia menempati posisi yang istimewa di hati Grand Syekh Al-Azhar. “Grand Syekh meminta kami menyampaikan agar para penerima beasiswa Al-Azhar dari Indonesia tidak hanya mengambil fakultas-fakultas keagamaan (kulliyyat syar’iyyah) saja, tapi juga hendaknya diarahkan untuk masuk ke fakultas-fakultas umum dan terapan, seperti fakuktas kedokteran, teknik, dan lain-lain”, tegasnya.
Baik Ambassador Yasser maupun TGB, sepakat tentang pentingnya meningkatkan peran para alumni Al-Azhar di Indonesia untuk mewujudkan risalah Al-Azhar dan meneguhkan moderasi beragama. Ambassador Yasser juga menyatakan kesediaannya mendukung serta membantu hal-hal yang diperlukan OIAA Indonesia dalam menjalankan program dan kegiatannya. Keduanya juga sama-sama memandang penting untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama-kerja sama yang selama ini terjalin baik, sebagai bagian dari upaya peningkatan persaudaraan Indonesia dan Mesir
Pada kesempatan itu Ketua OIAA Indonesia Menyampaikan hubungan diplomatik Indonesia-Mesir mengakar pada perjuangan anti penjajahan, deklarasi Konferensi Asia Afrika dan sebagai dua negara muslim besar di dunia. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia dan aktif melobi negara-negara lain khususnya negara-negara Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
Perlu diketahui bahwa syukur Alhamdulillah saat ini, mahasiswa Indonesia adalah komunitas terbesar mahasiswa asing yang belajar di Al-Azhar.
Sumber : https://www.oiaaindonesia.org/dubes-mesir-al-azhar-beri-perhatian-khusus-untuk-mahasiswa-indonesia/


