Dari Tanah Lombok Menuju Puncak Industri: Kisah H. Lalu Suherman yang Menolak Menyerah

Dari Tanah Lombok Menuju Puncak Industri: Kisah H. Lalu Suherman yang Menolak Menyerah

Dari Tanah Lombok Menuju Puncak Industri: Kisah H. Lalu Suherman yang Menolak Menyerah

Sinar5News.com – Bekasi

Tidak banyak yang tahu, di balik berdirinya sebuah perusahaan pengolahan daging berskala nasional, ada kisah panjang perjuangan seorang anak kampung dari Lombok yang penuh jatuh bangun.

Dialah H. Lalu Suherman, Direktur Utama PT Agro Nusa Protindo. Seorang perantau yang memulai segalanya dari nol, jatuh berkali-kali, namun tidak pernah berhenti melangkah.

Wawancara eksklusif ini dilakukan pada Selasa, 6 April 2026, selepas kegiatan halal bihalal di lingkungan perusahaannya. Suasana hangat terasa, namun di balik itu tersimpan cerita perjuangan yang menggugah hati.

Perjalanan Hidup dan Awal Merintis

Bagaimana awal perjalanan Bapak hingga bisa sampai di titik ini?

H. Lalu Suherman:

Saya merantau dari Lombok sejak tahun 2003. Awalnya seperti perantau biasa, mencari pengalaman dan bertahan hidup. Saya sudah berkali-kali mencoba usaha, tapi gagal. Dari situlah saya belajar bahwa hidup ini memang harus dijalani dengan kesabaran dan ilmu.

Bangkit dari Kegagalan

Benarkah Bapak pernah mengalami kegagalan dalam bisnis sebelumnya?

H. Lalu Suherman:

Betul sekali. Saya pernah buka usaha rumah makan, ayam penyet, bahkan di pusat perbelanjaan, tapi semuanya tutup. Tapi saya tidak berhenti. Saya belajar, saya perbaiki. Sampai akhirnya saya sadar, bisnis itu harus punya ilmu, bukan sekadar nekat.

Membangun di Tengah Pandemi

Mengapa Bapak justru memulai usaha di tengah pandemi Covid-19?

H. Lalu Suherman:

Karena saya melihat peluang. Saat orang berhenti, saya berpikir ini saatnya mulai. Kami bergerak di bidang pangan, jadi Alhamdulillah tetap dibutuhkan. Dari situ usaha kami justru tumbuh dengan cepat.

Tentang Usaha dan Perkembangannya

Bisa diceritakan bagaimana perkembangan PT Agro Nusa Protindo saat ini?

H. Lalu Suherman:

Alhamdulillah, sekarang kami memproduksi sekitar 5 sampai 6 ton per hari. Produk kami banyak, seperti sosis, bakso, dan daging olahan untuk hotel dan restoran. Pasar kami sudah hampir seluruh Indonesia.

Kunci Kesuksesan

Apa kunci utama kesuksesan yang Bapak pegang selama ini?

H. Lalu Suherman:

Sederhana: pahami bisnis, terus berinovasi, dan jangan pernah menyerah. Yang paling penting, jangan pernah bilang “tidak bisa”. Kalau kita bilang bisa, kita akan cari jalan.

Potensi Lombok dan Harapan ke Depan

Sebagai putra Lombok, bagaimana Bapak melihat potensi daerah sendiri?

H. Lalu Suherman:

Lombok itu luar biasa, terutama di peternakan sapi. Tapi belum dikelola secara industri. Peternak belum punya sistem yang membuat mereka punya penghasilan rutin. Ini yang ingin kami dorong ke depan.

Rencana Besar untuk Kampung Halaman

Apakah ada rencana untuk membangun usaha di Lombok?

H. Lalu Suherman:

InsyaAllah ada. Kita ingin hadir sebagai penghubung antara peternak dan pasar. Supaya masyarakat di desa bisa hidup lebih sejahtera tanpa harus merantau.

Kunjungan Tokoh dan Momentum Halal Bihalal

Bagaimana tanggapan Bapak atas kunjungan Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, M.A beserta jajarannya ke perusahaan ini?

H. Lalu Suherman:

Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur. Terima kasih atas diluangkannya waktu untuk datang ke tempat kami. Momentum halal bihalal ini sangat membawa hikmah, manfaat, dan menjadi kebaikan bagi perusahaan kami.

Sinergi Sosial dan Pendidikan

Ada usulan kerja sama sosial dari PW NWDI, bagaimana respon Bapak?

H. Lalu Suherman:

Itu sangat baik. Kami siap mendukung. Jika ada karyawan yang memiliki anak kurang mampu, anak yatim, atau dari Lombok, bisa disalurkan untuk belajar gratis di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa.

Pesan untuk Generasi Muda

Apa pesan Bapak untuk generasi muda yang sedang berjuang?

H. Lalu Suherman:

Jangan takut gagal. Jangan batasi diri. Terus belajar, terus berjuang. Kesuksesan itu milik orang yang tidak pernah menyerah.

Penutup: Sebuah Pelajaran dari Seorang Perantau

Kisah H. Lalu Suherman bukan sekadar cerita sukses, tetapi cermin perjuangan. Bahwa dari desa kecil di Lombok, seseorang bisa berdiri memimpin industri besar.

Bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan awal dari kekuatan baru. Bahwa mimpi, jika diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, akan menemukan jalannya.

Dari Lombok, untuk Indonesia… dan menuju dunia.

DATA PENULIS

  • Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

  • Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)

  • Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.

  • Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.

  • Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.

  • Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV

  • Kontak: 0878-8727-032

 

 
 
 
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA