Sinar5news.com – Lombok Timur – Sekertaris DPP HKTI NTB (Dewan Pimpinan Provinsi Himpunan Keruknan Tani Indonesia. Nusa Tenggara Barat) Iwan Setiawan dalam rilisnya menyampaikan Pihaknya sudah mulai membuka Pendaftaran Calon Peternak Sapi mitra program penggemukan 10 juta sapi Barhman Australia, yang dihajatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat NTB, khususnya Peternak Lombok Timur.

“Untuk mendaftar sebagai peternak sapi. DPD HKTI NTB telah membuka posko di semua kecamatan seluruh Lombok Timur, daftar nama koordinator dan nomor kontaknya masing-masing,” tegas Sekretaris DPD HKTI NTB, Iwan Setiawan. Selasa (02/11/2020).
Disebutkan, program penggemukan 10 juta ekor sapi Brahman Australia yang yang diluncurkan DPD HKTI NTB merupakan program yang lahir dari kerjasama DPD HKTI NTB dengan PT. Karya Hoqi dan PT. Mineral Energi Mulya.
“Besaran 10 juta ekor sapi yang diprogramkan oleh DPD HKTI NTB itu merupakan kuota Import dan Ekspor PT Karya Hoki dan PT Mineral Energi Mulya dari Kementerian Pertanian RI untuk memenuhi pangsa pasar di dalam negeri dan Timur Tengah dari Tahun 2020-2030,” ungkapnya.
Menariknya, kata Iwan, kuota yang didapatkan oleh PT. Karya Hoki itu dipercayakan kepada DPD HKTI NTB sebagai mitra untuk penggemukannya. Skema dalam klausul kontrak itu secara tegas menyatakan bahwa DPD HKTI NTB akan melakukan import sapi bakalan (brahman) Australia dari PT. Mineral Energi Mulia (MEM) secara bertahap, selanjutnya sapi yang diimpor itu akan diplasmakan oleh DPD HKTI NTB kepada peternak.
“Peternak melakukan penggemukan bibit sapi yang bobotnya berkisar 250-500 kilogram dalam kurun waktu 3-4 bulan. Secara jelas peternak akan mendapat hasil yang layak, karena bobot lebih dari bobot awal (bibit) 100 persen akan menjadi hasil bagi peternak,” kata pria asal Pringgasela itu.
Catatan pentingnya, lanjut Iwan, jika sapi jenis bakalan (brahman) Australia ini, setiap hari diestimasikanmengalami peningkatan bobot minimal 1 kilogram. Mengenai harga, DPD HKTI NTB dan PT. Karya Hoki telah menyepakatinya, yaitu Rp.55.000/Kg dari berat hidup sapi, harga ini berdasarkan standar harga daging dunia.
Tentu program ini sangat baik dan menguntungkan bagi masyarakat NTB, apalagi jika disandingkan dengan geografis NTB yang sangat cocok dan strategis untuk program ini. Tidak berlebihan dikatakan, program penggemukan 10 juta sapi dari DPD HKTI NTB ini adalah pintu gerbang untuk mempercepat realisasi masyarakat yang Adil, Sejahtera dan Aman untuk terciptanya NTB Gemilang.
Berikut ini, daftar nama kordinator dan nomor kontak:
Sekretariat: Komplek PTC Pancor Selong Kab Lombok Timur:
- SOSIAWAN PUTRAJI, ST, MT (082361777769)
- SUHIRMAN S.Sos. (081937050149)
- AHYAR ROSIDI (081918410591)
- MUH. RIFAI ILHAMUDIN (087763454335)
- ADA SUCI MAKBULLAH (081917246353)
Kordinator Kecamatan:
- AIKMEL: H. MARWAN (081805796021)
- JEROWARU: SYA’BANUL AMIN (081907909803)
- KERUAK: LALU SRIADI, S.T. (081918119912)
- LABUHAN HAJI: MUSTAYIB (08199710171)
- MASBAGIK: HENDRAWAN SAPUTRA (085337768777)
- MONTONG GADING: TGH. LALU MUH. JAMIL IRSYAD (081907888407)
- PRINGGASELA: H. MASHUR (081997608956)
- PRINGGABAYA: HAERUMAN (085238607429)
- SAKRA: H. L. M. UMAR (081865060500)
- SAKRA BARAT: SAMSUDIN (087863399331)
- SAKRA TIMUR: USTAZD KAMARUZZAMAN, S.PD.I. (081917774255)
- SAMBELIA: SAMSUL HADI (082340852691)
- SELONG: LALU MASBAN IDRIS (081237826090)
- SEMBALUN: H. EGI (082361777769)
- SIKUR: LALU EDY GONDRONG (087763148471)
- SUKAMULIA: AHMAD ROFI’I (087866800421)
- SURALAGA: RAMADHAN, S.H. (085237263258)
- SUELA: EROS (081775123516)
- TERARA: SAPARUDIN, S.Ag. M.Pd.I (087864632221)
- WANASABA: HARMAIN ZUHRI (087751644968)
- LENEK: LALU SAPARUDIN (081805712666)
Iwan juga menambahkan masyarakat tidak perlu meragukan angka 10 juta ekor sapi tersebut, karena sapi Brahman ini akan didatangkan secara bertahap. Sesuai dengan kemapuan kapal pengangkut sapi tersebut yang dapat membawa 25.000 ekor sapi dalam satu kali pengangkutan.
“Masyarakat jangan khawatir dengan angka 10 juta sapi, karena angka itu merupakan angka kontrak yang dikerjakan selama 5 tahun, kalau tidak bisa habis sampai 5 tahunu, maka waktunya akan ditambah. Dan sapi ini setiap 3-4 bulan akan dipotong untuk konsumsi dalam negeri dan diekspor ke timur tengah, jadi setiap bulan akan ada pemotongan, baru masuk lagi sapi yang keberikutnya,” terang Iwan.
Ditempat terpisah Ketua DPP HKTI NTB H.Rumaksi,SJ,SH mengatakan kalau sudah mulai pemotongan maka akan muncul juga usaha-usaha rumahan, seperti usaha Kerupuk Kulit Sapi dan Kerupuk Jerowan yang juga akan dapat menambah pendapatan masyarakat, karena yang akan dijual adalah dagingnya. Sedangkan Kulit dan Jerowan Sapi akan diproses atau dijual oleh peternak sendiri.(Bul)



