Sinar5nes.com- Gema Iedul Fitri dengan lantunan takbir tahmid tasbih telah menggema seantero jagat raya. Takbir membesarkan namaNya yang Agung karena tidak ada yang pantas di agunkan selain dirinya Allah SWT. Tahmid puji pujian hanya miliknya yang pantas dipuji dan dipuja yang memiliki kerajaan langit bumi. Tasbih yang Maha suci dari segala sesuatu. Sebab manusia adalah tempat salah dan khilaf. Setelah manusia melalui pendidikan olah jiwa dan raga sampailah ke puncak kemenangan hari kesucian Kembali bersih Iedul Fitri.
Hiporia Lebaran telah membawa ummat muslim Nusantara membanjiri semua Masjid/Mushalla/Langgar/Surau bahkan lapangan² sebagai tempat pelaksanaan Iedul Fitri. Sesuatu pemandangan betapa ummat muslim dalam ketaatan beragama tidak tertandingi oleh semua negara di jagat raya.
Keta’atan kepada Allah SWT akan dinilai sampurna jika kepatuhan melaksanakan hubungan sosial sesama terjaga semisal saling menyuguhkan, membantu meringankan beban hidup sesama, berani dan mau berbagi dalam kekurangan, menjaga dan merawat hubungan kemanusiaan, selalu berkata kebaikan tanpa pernah menyinggung, intinya sedapat mungkin berusaha mengalirkan mata air kejernihan untuk semesta sehingga alam sekitar selalu terjaga dari ketercemaran dengan demikian cuaca yang ada disekeliling akan selalu bersih dan menyinari bumi dengan penuh kedamain.
Lebaran bukan hanya jasad, kesing baju yang bagus. Tapi sedapat mungkin jiwa harus mengalirkan kejernihan, baik dalam ucapan perkataan dan perbuatan. Tidak lagi asal bicara yang dapat menyinggung lawan bicara, dapat mengontrol emosi disaat marah. Selalu berpikir positif terhadap semua, tidak lagi merasa paling benar, pinter, bersih, semua ini adalah cermin akhlaq yang harus dikelola dengan baik pasca lebaran.
Inilah makna kita berlebaran kembali suci baik pikiran dan perbuatan. Selalu menebarkan kebaikan, kebermamfaatan atas lingkungan sekitar. Kita harus belajar memulai dari diri, keluarga sehingga Ummat Islam Indonesia dapat menjaga keberagaman untuk kehidupan berbangsa bernegara yang lebih sejuk damai sentosa. Dengan demikian segala macam bentuk propaganda baik melalui media masa dst kita kaum Muslim dapat lebih jernih menyikapi dan tidak gampang di adu domba sesama muslim.

Puasa mengajari kita menahan diri dari segala macam perbuatan yang dapat merusak, merugikan diri sendiri dan orang lain. Selamat meraih kemenangan sejati. Mohon Maaf Zahir Bathin. Merdeka. (Forum Kebangsaan )


