PENDAMPINGAN GYM BAGI GURU: PENTINGNYA JAGA KESEHATAN BIAR MASA TUA TIDAK REPOTKAN KELUARGA

PENDAMPINGAN GYM BAGI GURU: PENTINGNYA JAGA KESEHATAN BIAR MASA TUA TIDAK REPOTKAN KELUARGA

 

PENDAMPINGAN GYM BAGI GURU: PENTINGNYA JAGA KESEHATAN BIAR MASA TUA TIDAK REPOTKAN KELUARGA

JAKARTA, SinarLIMA – Di hari kedua Rapat Kerja (Raker) Yayasan Pendidikan Acprilesma yang berlangsung di Aula Graha Acprilesma Lantai 1, Selasa (7/7/2026), para peserta mendapatkan materi penyegaran yang luar biasa mengenai pengenalan dan pelatihan fasilitas gym.

Fasilitas kebugaran yang telah disediakan oleh pihak yayasan ini diperkenalkan langsung oleh Agus Apriyanto, seorang Personal Trainer profesional dari Will Fitness Kalimalang, Pondok Kelapa. Kehadirannya bertujuan memberikan edukasi serta praktik langsung agar para guru dapat memanfaatkan fasilitas olahraga di sekolah secara maksimal dan aman.

Berikut adalah wawancara eksklusif kru media SinarLIMA bersama Agus Apriyanto di sela-sela kegiatan raker:

SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak, boleh perkenalkan diri terlebih dahulu, nama lengkap dan kesibukannya saat ini?

Agus Apriyanto: Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, nama saya Agus Apriyanto, biasa dipanggil Apri. Kebetulan saat ini saya bertugas sebagai Personal Trainer (PT) di salah satu tempat gym, yaitu Will Fitness Kalimalang yang berlokasi di daerah Pondok Kelapa.

SinarLIMA: Kehadiran Mas Apri di Raker Yayasan Acprilesma hari kedua ini dalam rangka apa, Mas?

Agus Apriyanto: Kehadiran saya di sini adalah untuk memberikan edukasi kepada Bapak dan Ibu guru mengenai kegiatan olahraga. Tujuannya agar mereka bisa memanfaatkan fasilitas gym yang sudah disediakan dengan sangat baik oleh pihak yayasan dan sekolah. Jadi fasilitas ini bisa lebih bermanfaat, fleksibel dalam melatih otot, dan menjaga gerak tubuh tetap bugar.

SinarLIMA: Bagaimana Mas Apri melihat antusiasme para guru saat sesi praktik penggunaan alat tadi?

Agus Apriyanto: Luar biasa ya. Bapak dan Ibu guru di sini terlihat sangat antusias dan bersemangat menerima materi serta praktik yang saya sampaikan. Mereka begitu bersemangat untuk mulai rutin melakukan kegiatan olahraga ke depannya.

SinarLIMA: Olahraga gym ini kan gerakannya membutuhkan tenaga. Apakah ada risiko cedera ke depan jika tidak berhati-hati?

Agus Apriyanto: Untuk risiko itu pasti ada. Jika melakukan gerakan tanpa pengawasan atau gerakannya salah, bisa memicu cedera otot atau sendi. Namun, kalau yang dirasakan setelah olahraga hanya berupa rasa nyeri di bagian otot yang dilatih, itu adalah hal yang wajar. Dalam dunia olahraga, itu namanya proses recovery (pemulihan) otot. Saat berolahraga, kita sengaja “merusak” atau menyobek jaringan otot secara mikro, lalu sistem tubuh akan secara otomatis mendefens dan memperbaiki jaringan yang rusak tersebut menjadi lebih kuat.

SinarLIMA: Berarti untuk pemula memang sangat membutuhkan pendampingan atau instruktur ya?

Agus Apriyanto: Betul sekali, untuk pemula itu sangat diperlukan pendampingan karena ada beberapa gerakan tertentu yang memiliki risiko cedera cukup tinggi.

SinarLIMA: Kira-kira berapa lama idealnya seorang pemula harus didampingi instruktur?

Agus Apriyanto: Untuk proses pengenalan alat, biasanya 1 bulan pertama itu sudah cukup. Namun, untuk program pelatihan yang lebih terarah—misalnya untuk mencapai bentuk atau komposisi badan yang diinginkan—itu biasanya membutuhkan waktu pendampingan sekitar 3 sampai 4 bulan.

SinarLIMA: Dalam seminggu, berapa kali idealnya waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, dan berapa durasi per pertemuannya?

Agus Apriyanto: Idealnya olahraga bisa dilakukan 2 sampai 3 kali per minggu. Untuk durasinya, minimal 1 jam dalam sekali sesi latihan.

SinarLIMA: Apakah olahraga ini harus berlanjut terus, dan apakah ada batasan usia mengingat semakin tua tenaga seseorang akan berkurang?

Agus Apriyanto: Sebenarnya tidak ada batasan usia untuk berolahraga. Memang, seiring bertambahnya usia, faktor tenaga atau power pasti ada keterbatasan. Tapi hal itu bisa dilatih seiring berjalannya waktu. Latihan tetap bisa berlanjut, hanya saja porsi bebannya yang dikurangi. Untuk yang sudah lanjut usia (lansia), kita mulai dari beban yang paling ringan dulu. Setelah gerakannya stabil, baru bebannya ditambah secara bertahap. Kuncinya jangan ego lifting atau menuruti ego pengen cepat-cepat angkat beban berat.

SinarLIMA: Waktu latihan yang paling bagus itu kapan Mas? Pagi, sore, atau malam?

Agus Apriyanto: Pada dasarnya tidak ada waktu khusus yang mengikat untuk latihan otot. Kapan saja bisa, menyesuaikan waktu luang yang kita miliki. Sebenarnya bukan masalah “tidak ada waktu”, tapi lebih kepada bagaimana kita “menyempatkan waktu” untuk berolahraga. Kita sendiri yang harus pintar mengatur waktunya.

SinarLIMA: Tadi ada obrolan atau tawaran dari pihak Yayasan untuk menindaklanjuti program ini ke depan. Bagaimana teknis idealnya menurut Mas Apri?

Agus Apriyanto: Ya, betul sekali. Untuk tindak lanjut memanfaatkan fasilitas yang ada, mungkin ke depan bisa dibuat semacam kelas rutin. Polanya bisa diadakan 1 bulan sekali atau dua minggu sekali. Tujuannya agar Bapak dan Ibu guru didampingi dulu sampai benar-benar paham cara penggunaan alat, target ototnya apa, dan gerakannya bagaimana. Jadi ke depannya, mereka sudah bisa latihan mandiri dengan aman.

SinarLIMA: Dari sisi asupan, bagaimana pengaturan makan dan minum yang baik agar kondisi tubuh tetap stabil?

Agus Apriyanto: Untuk faktor hidrasi, minimal banget minum air putih 2 liter per hari. Sedangkan untuk makanan, pemenuhannya lebih kepada asupan nutrisi yang seimbang. Pastikan kebutuhan proteinnya terpenuhi, ditambah dengan asupan vitamin dari buah-buahan dan sayur-sayuran.

SinarLIMA: Jarang sekali ada sekolah yang memfasilitasi sarana gym lengkap untuk gurunya. Bagaimana pandangan Mas Apri melihat terobosan Yayasan Acprilesma ini?

Agus Apriyanto: Menurut saya ini sangat luar biasa sekali. Jarang-jarang ada sekolah yang begitu peduli memfasilitasi kegiatan olahraga untuk stafnya, bahkan sampai mengalokasikan waktu raker untuk praktik langsung agar guru-guru tahu gerakan dasar olahraga yang benar. Ini patut diapresiasi.

SinarLIMA: Terakhir Mas, apa pesan atau support untuk teman-teman guru dalam menjaga kesehatan?

Agus Apriyanto: Pesan saya, tetap semangat dan mari lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Tujuannya mulia, agar di masa tua nanti kita tidak merepotkan keluarga kita. Dengan kondisi badan yang sehat, kita pasti bisa beraktivitas mandiri jauh lebih lama.

SinarLIMA: Luar biasa, terima kasih banyak Mas Apri atas informasi dan ilmu kesehatannya yang sangat bermanfaat.

Agus Apriyanto: Sama-sama, terima kasih kembali. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(SinarLIMA/Redaksi)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA