KHUTBAH JUMAT EDISI 15 MEI 2026: “KETELADANAN LEBIH DAHSYAT DARI NASIHAT”
KHUTBAH PERTAMA
السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
الْحَمْدُ لِلّٰهِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْقُدْوَةَ الْحَسَنَةَ مِفْتَاحًا لِلْهِدَايَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan sehingga kita bisa kembali berkumpul di masjid yang kita cintai ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. Amin ya Rabbal Alamin.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita dengan Istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan istiqomah pula dalam menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah yang Berbahagia Rahimakumullah,
Ada satu kata yang sangat dahsyat pengaruhnya dan memiliki manfaat yang sangat besar dalam kehidupan kita, yaitu Keteladanan. Keteladanan adalah contoh perilaku baik yang kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
Keteladanan jauh lebih hebat daripada sekadar nasihat. Fakta berbicara bahwa orang lain, terutama anak-anak kita, murid kita, maupun masyarakat, akan lebih mudah mengikuti apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Terkait hal ini, para ulama sering menyebutkan sebuah kaidah:
لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ
“Bahasa perbuatan (keteladanan) jauh lebih fasih (berpengaruh) daripada bahasa lisan (ucapan).”
Jika kita pandai memberi nasihat namun tidak pandai memberi teladan, maka yang muncul adalah kekecewaan. Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Al-Qur’an Surah Ash-Shaff ayat 2-3:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Agar kita mampu menjadi teladan bagi generasi selanjutnya, ada tiga ikhtiar yang bisa kita lakukan:
Pertama, Memiliki tekad yang kuat di dalam hati.
Segala sesuatu bermula dari niat. Jika hati kita bertekad untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, maka tampilan lahiriah kita akan memancarkan kebaikan yang produktif bagi orang sekitar.
Kedua, Mencontoh sifat utama Rasulullah SAW.
Beliau adalah sebaik-baik teladan sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
Mari kita hiasi diri dengan empat sifat utama dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu Siddiq (benar), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas/bijaksana). Meski kita tak sanggup menyamai kesempurnaan beliau, namun berusaha meneladani sifat ini akan membuat kita menjadi pribadi yang layak diikuti.
Ketiga, Berusaha menjadi pribadi yang dewasa.
Keteladanan erat kaitannya dengan kedewasaan berpikir dan bersikap. Pikiran yang dewasa akan melahirkan sikap bijaksana, menjauhi perilaku membully, meremehkan, atau merendahkan orang lain. Arah hidup yang positif dan bermanfaat adalah buah dari pikiran yang sehat dan nilai-nilai agama yang kuat.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Sebagai penutup, marilah kita ingat bahwa nasihat sebagus apa pun tidak akan bernilai jika tidak dibarengi dengan tindakan nyata. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai sumber inspirasi dan teladan kebaikan di tengah masyarakat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732




