NWDI DKI Jakarta Turut Hadir, Halal Bihalal MUI Menggetarkan Semangat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia

NWDI DKI Jakarta Turut Hadir, Halal Bihalal MUI Menggetarkan Semangat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia

NWDI DKI Jakarta Turut Hadir, Halal Bihalal MUI Menggetarkan Semangat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia

Jakarta, Sinar5News.com — Dalam suasana penuh keberkahan Idul Fitri 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar silaturahmi dan halal bihalal nasional yang bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan gelombang kebangkitan ukhuwah yang menggetarkan hati umat, bangsa, dan dunia. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia”, acara ini dihadiri lebih dari 1.000 tokoh penting, mulai dari pejabat negara, ulama, tokoh nasional, hingga para duta besar dan diplomat dari berbagai negara Islam. Turut hadir Ketua MPR RI serta Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, yang menegaskan pentingnya persatuan umat sebagai fondasi masa depan dunia yang adil dan damai.

Para perwakilan organisasi NWDI sangat bersyukur dan bangga bisa mengikuti acara yang besar dan penting ini

Di tengah arus besar kebersamaan itu, NWDI DKI Jakarta turut mengambil peran dengan mengutus Dr. Sahroni, Lalu Mahdi, MM, Ust. M. Husni Haris, S.Sos, serta Ust. Amrullah (Abu Akrom). Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa ukhuwah bukan hanya wacana, tetapi gerakan nyata yang hidup di tengah umat.

Sejak awal, suasana ballroom dipenuhi kehangatan dan keakraban. Silaturahmi terjalin tanpa sekat, menghadirkan rasa persaudaraan yang tulus. Jamuan makan malam menjadi pengantar menuju inti acara, namun yang lebih utama adalah rasa kebersamaan yang mengalir dalam setiap pertemuan dan sapaan.

Dalam sambutannya, panitia menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang suci untuk menyatukan hati, meluruhkan ego, dan menumbuhkan keikhlasan serta kerendahan hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh—bukan hanya ukhuwah Islamiyah, tetapi juga ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah, bahkan harmoni antara manusia dan seluruh ciptaan Allah.

Lebih jauh, forum ini menggugah kesadaran bersama atas berbagai kezaliman global yang masih melanda dunia. Derita umat, konflik berkepanjangan, dan ancaman perang menjadi luka kemanusiaan yang tak boleh dibiarkan. Dari sinilah lahir seruan kuat: umat harus bersatu, bukan hanya untuk bersama, tetapi untuk menegakkan keadilan sebagai lawan dari kezaliman.

Persatuan yang digaungkan bukanlah persatuan semu, melainkan persatuan yang berakar pada nilai, cinta, dan tanggung jawab. Sinergi antara umat dan pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan bangsa. Kritik tetap diperlukan, namun harus hadir dengan akhlak, kasih sayang, dan semangat membangun.

Dalam arahannya, MUI bersama ormas Islam juga menegaskan pentingnya peran dunia internasional dalam menjaga keadilan global. Organisasi internasional dan negara-negara diharapkan bersatu untuk menolak segala bentuk agresi, penjajahan, dan tindakan sewenang-wenang. Indonesia pun diharapkan terus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, menjadi pelopor perdamaian dunia, serta berdiri tegak dalam membela kemerdekaan bangsa-bangsa, khususnya di Palestina.

Perhatian juga diberikan pada para prajurit perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah mandat dunia internasional. Pengorbanan mereka menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga hadir nyata di medan kemanusiaan dunia.

Pesan Mendalam Menteri Agama: Ukhuwah sebagai Nafas Peradaban

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan yang menyentuh dan mendalam bahwa halal bihalal bukan sekadar kebiasaan pasca-Idul Fitri, tetapi merupakan ruang membangun hubungan yang tulus, penuh keikhlasan, dan kerendahan hati.

Beliau menekankan bahwa ukhuwah harus meluas, tidak hanya dalam lingkup sesama manusia, tetapi juga mencakup hubungan dengan alam semesta. Keseimbangan antara Khalik, manusia, dan alam menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh ormas Islam yang sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini terus hadir sebagai penjaga moral bangsa. Peran mereka tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, budaya, hingga ekonomi—menjangkau lapisan masyarakat paling bawah dengan kepercayaan yang kuat.

“Ormas Islam bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi bagian dari arsitektur bangsa. Mereka hadir sebagai penyeimbang, penuntun, dan perekat di tengah perbedaan,” tegasnya.

Pemerintah pun memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tak tergantikan. Harapan ke depan sederhana namun mendasar: agar ormas Islam terus menjadi perekat umat, penuntun moral, dan kekuatan pemersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara ini menjadi pengingat kuat bahwa Indonesia besar bukan hanya karena kekuatan, tetapi karena nilai, ulama, dan kebersamaan yang terus dirawat. Dari ruang halal bihalal ini, gema ukhuwah diharapkan menjalar, tidak hanya ke seluruh penjuru negeri, tetapi juga ke panggung dunia—membawa pesan bahwa keadilan dan perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia.

DATA PENULIS
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag., MM (Ust. Amrullah)
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
Kontak: 0878-8727-0732

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA