Bom bunuh diri yang beberapa kali terjadi di Indonesia, nampaknya belum memberikan dampak jera bagi para pelakunya. Bahkan kejadian tersebut acap kali terulang di berbagai lokasi di Indonesia. Termasuk bom bunuh diri yang terkini baru saja terjadi di Bandung.
Mengutip dari laman Detik Jabar, bom bunuh diri baru saja meledak di Polsek Astana Anyar Kota Bandung pada Rabu (7/12/2022), pagi. Salah seorang anggota polisi bernama Aiptu Ahmad Sofyan meninggal dunia akibat ledakan bom itu.
Ledakan bom bunuh diri di atas menggambarkan tentang masih adanya pandangan terhadap sebagian kalangan masyarakat Indonesia tentang beberapa hal diantaranya :
a. Adanya anggapan bahwa bom bunuh diri merupakan perbuatan yang baik dan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya.
b. Belum meratanya pemahaman bagi masyarakat tentang bom bunuh diri bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya.
c. Perlunya ditingkatkan penyuluhan terhadap masyarakat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bom bunuh diri.
Bom bunuh diri yang masih saja terulang di tanah air Indonesia bisa saja terjadi karena dipicu oleh berbagai faktor yang sangat kuat, sehingga mendorong pelakunya begitu berani mengorbankan jiwa dan raganya. Faktor terkuat tersebut bisa saja berasal dari eksternal dan internal.
Faktor eksternal merupakan pengaruh yang berasal dari luar diri pelaku yang bisa saja dipengaruhi oleh dorongan iming – iming uang, atau hal duniawi lainnya yang akan diberikan oleh seseorang terhadap pelakunya atau keluarga pelaku bom bunuh diri. Menurut penulis, ini merupakan faktor pendorong yang sangat lemah.
Faktor eksternal juga bisa terjadi akibat adanya kebijakan pemerintah yang tidak merata terhadap warga. Selengkapnya baca disini 👇
BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 112
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI





