Kita Sahabat Di Group-Group Manapun Di Tanah Air

Kita Sahabat Di Group-Group Manapun Di Tanah Air

Sinar5news.com-  Ga ada habis – habisnya kalau diterus terusin diskusi atau perdebatan dengan  adu argumentasi yang tidak berujung tidak bertepi.
 
Maka yg baik adalah mari kita saling menghormati pilihan masing masing.  Yang blm deklarasi cari capres yg tepat bagi kelompoknya. Yang sdh deklarasi biarin kelompoknya menyiapkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. 
 
Dinamika politik dan psikologi masyarakat akan menuntun kemana  dan siapa nanti yang menjadi pilihan dibilik suara.  
 
Di samping faktor rasional hasil survey dll, ada faktor lain yang akan bekerja, dimana masyarakat itu ada saatnya tidak bisa dipengaruhi dan dituntun oleh cerita dan  informasi tentang keberhasilan, gambaran kemajuan, berbagai  bentuk sertifikat penghargaan, walaupun secara statistik itu benar, tetapi yang menuntun dan membentuk mindset mereka lebih kepada  apa yang dirasakan, dialami dan dilihat dalam keseharian kehidupan mereka. 
 
Kesusahan dalam hidup, mahalnya harga harga barang yg mereka konsumsi, sulitnya mencari nafkah, membuat apa  yang mereka rasakan adalah  hidup yang  susah makin susah,  yang tiada makin terbebani. Disisi lain masyarakat melihat dan menyaksikan adanya sekelompok atau individu – individu yang senang memamerkan kehidupan hedonis. 
 
Kelompok masyarakat  yang disebutkan diatas jumlahnya sangat besar dan dalam setiap pemilu tentunya kelompok masyarakat itu akan mencari tokoh sebagai “idola” yang akan memperjuangkan nasib mereka. Mereka mencari tokoh sebagai symbol perlawanan  agar terjadi perubahan terhadap kondisi mereka menjadi lebih baik. Terbebas dari beban penderitaan yang dialami, dirasakan, serta perbedaan yang  dilihat dalam hidup keseharian mereka. Masyarakat  mencari  tokoh sebagai symbol perjuangan  untuk mewujudkan harapan baru mereka. Dengan kata lain masyarakat  mencari tokoh yang dapat menghadirkan Perubahan dan Harapan masa depan yang nyata bukan fiksi belaka.
 
Dalam diri mereka  perasaan dan penderitaan itu membekas dan  meresap, latent, hidup serta  terinternalisasi dalam hati sanubari mereka.
 
Kelompok masyarakat itu  beranggapan bahwa keadaan yang mereka alami ini sebagai akibat atau  korban kebijakan dari rezim yang memerintah, walaupun hal itu sebagai  dampak covid 19,  konflik Ukraina – Rusia,  serta  keadaan ekonomi global yg tidak menentu.
 
Sehingga mereka akan mencari dan atau akan menentukan siapa  tokoh yang bisa memperjuangkan nasib mereka menjadi lebih baik.  Tentunya pilihan itu  tidak lain adalah  tokoh yang berada diluar pemerintahan atau dari masyarakat biasa sekalipun. Bahkan mungkin dari aktivis kemanusiaan atau rakyat biasa tapi mampu dan ikhlas mengabdi berbuat untuk negri dan rakyat banyak.
 
Bilamana hal itu terjadi maka tokoh pilihan itu akan  mendapat simpati dan dukungan  masyarakat  seperti snow balling. Selain itu akan terjadi juga suatu gerakan nurani dari  kelompok mayoritas yang selama  ini  silent untuk mendukung idola atau  symbol  perubahan dan harapan baru pilihan masyarakat itu.
 
Gerakan itu akan  bergulir cepat  bukan lagi  disebabkan oleh adanya  dorongan oleh power, kekuatan, pengaruh dan atau kebendaan, tetapi tergerak oleh dorongan hati nurani masing – masing yang seolah menemukan “titik balik/turning point bahwa  inilah momentum kami”. Jadi  yang menggerakkan adalah hatinya,  nuraninya,  keyakinan masing masing individu .
 
Dinamika seperti itu selalu  akan terjadi, karena perubahan  adalah harapan baru dan suatu keniscayaan pada setiap pemilu. Tetapi hal itu  sesungguhnya terjadi  dan itu  “beyond rational”.
 
Maka kita  yang telah bersama dalam negeri tercinta ini apakah dalam satu group, organisasi atau  sebagai teman dan sahabat “rasa saudara”  didalam masyarakat, tetaplah berjuang ditempat masing masing sesuai pilihannya.  Jangan lagi kita saling menyudutkan karena  pilihan kita berbeda, serta jangan lagi mendiskreditkan tokoh pilihan masing masing, karena tokoh tokoh itu adalah putera puteri  terbaik pertiwi.
 
Percayalah bahwa Indonesia ini negeri yang mendapat berkah dari Sang Maha Pemberi Berkah, pasti Gusti Pangeran mboten sare, Tuhan YME  akan memilihkan bangsa ini seorang pemimpin yang memang telah digariskanNYA. 
 
Jadi siapapun yang akan terpilih maka tokoh itu hanyalah menyongsong dan menjalani destinya atau taqdirnya, dia tidak bisa mengelak atau menolaknya. “Kun Fayakun”- Jadilah, Maka Terjadilah. 
 
Siapa  yg akan diberikan amanah,  dia adalah  pemimpin negeri ini, pemimipin semua golongan, suku, ras, agama,  pemimpin kita., Presiden Indonesia yang harus kita hormati dan mulyakan. Siap dan dapat melunasi hutang negri. 
 
Apa yg sedang berproses saat ini sampai pemilu nanti hanyalah bagian dari “ikhtiar” usaha manusia, yang wajib dilakukan mengiringi doa – doa yang dipanjatkan dalam keheningan disetiap malam. Salam damai selalu. Bawalah hatimu ke rumah besar Pancasila dengan damai selalu. 
 
Bumi ini sudah terlalu lelah terbebani, dikotori dengan selogan atas nama rakyat. Pertikaian sesama anak bangsa, senang menipu diri sendiri, dengan dalih mengejar kedudukan dan kebendaan. Sehingga hak dan hajat hidup orang lain dikorbankan, hanya untuk kepentingan individu, kelompok dan partai. Mari kembali mendengar nurani, bangun rumah Pancasila dengan guyub, rukun, damai sentosa. Karena kita adalah saudara. ( PFKB)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA