Marhaban Ya Ramadhan Badai Pasti Berlalu

Marhaban Ya Ramadhan Badai Pasti Berlalu

Ditengah konstelasi perjuangan rakyat bertahan hidup melawan bencana covid 19 disaat pergolakan anatara suasana kebatinan dengan realitas kehidupan untuk menjalani hidup dengan mengasingkan diri untuk tinggal di rumah dengan mengurangi aktivitas diluar rumah. Sudah barang tentu agenda agenda yang pertemuan lansung diganti dengan bicara lewat telpon. Ini sangat terasa bagi kita warga bangsa yang biasa membangun silaturrahim dalam menjalankan bisnis dan sebagainya. Karena berkunjung bersosialisasi adalah bagian cara kita tradisi leluhur bangsa.

Kemudian disaat pembatasan ini diberlakukan ditambah pemberitaan yang masif menjadikan rakyat ketakutan yang sangat. Bersalaman lalu dilanjutkan ngobrol santai yang sudah menjadi budaya bangsa sudah jarang terlihat. Saat ini berubah total dengan gaya aneh menyapa dengan menjaga jarak tidak bersalaman seakan akan saling mencurigai. suasanapun tegang karena khawatir tertular entah siapa yang menularkan dan darimana asal penularan. semua masih teka teki. 

Semoga kehadiran bulan kemuliaan Puasa Ramadhan bagi ummat muslim khususnya. akan memberikan suasana ketentraman jiwa bagi pemeluk dan yang menjalankan. Dengan anjuran tinggal dirumah akan dapat digunakan dengan lebih optimal fokus untuk kegiatan2 spiritual banyak ingat berzikir, baca quran, dan amalan2 yang dapat memikrajkan diri kepada Allah swt.  Inilah taradisi kenabian para wali dan orang2 sholeh. Mengasingkan diri tahannus, bertapa, berkhalwat. Jauh dari keramaian meninggalkan suasana hiruk pikuk dunia untuk sementara melakukan pendekatan dan penyucian jiwa kehadirat yang Maha.

Anjuran tinggal dirumah bagi kita harus selalu kita maknai dengan kacamata kebajikan. Kita bisa optimal untuk bersama keluarga membangun komunikasi, merancang dan menjalankan program bersama mengisi dengan kegiatan2 yang lebih ke arah peningkatan spiritualitas yang selama ini tidak pernah kita lakukan. Inilah cara Allah mengajari kita ummat manusia untuk kembali mendengar nurani menguatkan rasa agar hidup lebih manusiawi mengedepankan semangat kesadaran bahwa hidup adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Sehingga dengan demikian makna hidup adalah menjalankan sifat sifat Tuhan dengan maksimal dengan cara memberi dan melakukan kebermanfaatan pada sekeliling kita berguna dan bermanfaat untuk sesama. 

Dalam suasana kebatinan yang penuh dengan ketidakpastian ini kita harus tetap optimis yaqin semua ini terjadi atas takdir dan kehendaqNya dan Allah tidak akan mencoba hambanya diluar batas kemampuannya. Kita yaqini dibalik ujian yang dahsyat akan dibukakan dua pinta rizki jalan kemudahan. Tentu ikhtiar dalam beragam bentuk tetap kita jalankan. Pada bulan kemuliaan ini kami dari Forum Kebangsaan membuka dapur umum untuk rakyat. Ladang bersedekah dan berbagi sehingga kaum muslimin maupun non muslim yang bermaksud berdarma sesama dalam bulan ramadhan ini. dapat menyumbangkan dalam bentuk apapun kami siap menyalurkan untuk sampai kepada saudara2 sebangsa setanah air yang sangat membutuhkan. Akibat cobaan ujian wabah yang sedang menerjang bangsa kita. Badai pasti berlalu.

Disinilah kebersamaan, toleransi, kerjasama, gotong royong, kesetiakawanan, tepo seliro, kita sebagai warga bangsa diuji apakah nilai nilai kemanusiaan kesadaran rasa berbagi masih terus bersinar sebagai bangsa yang berketuhanan yang memiliki jiwa falsafah Pancasila. Inilah jiwa kita jiwa bangsa kita dan bekal yang abadi yang akan kita bawa sampai akhirat. Sementara harta yang berlimpah, rekening yang takterhingga, jabatan, warisan. Yang tertinggal jika tidak digunakan di jalan kebaikan sebaliknya akan mendatang kan penyesalan. Marhaban Ya Ramadhan. Mohon Maaf Zahir dan Bathin. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi ummat muslim. Dan bagi ummat non muslim. Terimakasih kita adalah saudara sebangsa setanah air. Salam cinta untuk semua. ( Dir. Presedium Forum Kebangsaan)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA