
Kita adalah makhluk sosial dimana kecendrungannya ingin selalu hidup bersama, baik dalam suka maupun duka. Indah sekali rasanya bila kita melakukan apapun demi kepentingan bersama. Hubungan kita akan semakin kuat, persatuan akan semakin terbina, bila selalu bersama-sama dalam bingkai ukhuwah yang permanen.
Sebaliknya, jika kita hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kepada sesama, maka akan muncullah sifat egois yang melahirkan kesombongan. Bila hal ini sampai terjadi, maka tidak akan mungkin nilai hidup yang bijaksana akan terwujud ditengah masyarakat yang heterogen.
Keenam, bersikaplah lemah lembut dan hindari sikap memaksakan kehendak.
Manusia dengan kehendak hawa nafsunya sering sekali berbuat kasar, bengis dan tidak berprikemanusiaan. Biasanya karena merasa diri punya banyak harta atau merasa diri sebagai penguasa dengan jabatan tinggi dipundaknya, hal ini bisa menyebabkan manusia lupa diri. Sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas yang mengakibatkan hancurnya tatanan hidup di masyarakat luas.
Tentu kita sebagai orang yang mengidam-idamkan hidup bijaksana, mestinya kita menunjukan sikap lemah lembut, tidak arogan dan tidak sewenang-wenang kepada siapapun hatta kepada binatang sekalipun.
Perlu diketahui bahwa sikap lemah lembut itu tidak akan pernah menjadi karakter keperibadian kita yang agung, bila kita tidak mau berlatih mengendalikan emosi, menata hati dan pikiran.
Ketujuh, selalu berpikir positif dan berprasangka baik terhadap apapun yang terjadi.
Berpikir positif itu adalah berusaha memikirkan hal-hal yang baik dan menepis pikiran-pikiran yang buruk. Orang yang selalu berpikir positif, pasti terlihat lebih rileks, santai, lapang dada, tulus dan ramah.
Ketahuilah bahwa segala keburukan yang tampil di muka bumi ini berawal mula dari pikiran-pikiran negatif yang selama ini menghantui. Oleh karena itu mari kita selalu menata pikiran, agar hidup kita bermakna bagi orang-orang disekitar kita.
Kedelapan, mengutamakan hidup bermusyawarah untuk mengambil satu keputusan.
Orang yang bijaksana senantiasa melakukan musyawarah dalam keadaan tertentu, terutama pada saat kondisi berat dan sulit sehingga tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Maka musyawarah adalah satu-satunya jalan untuk mrncari solusi dan menetapkan satu kesepakatan yang terbaik demi mencapai kemaslahatan bersama.




