Pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan Awali Tahun 2026 di Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta

Pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan Awali Tahun 2026 di Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta

Pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan Awali Tahun 2026 di Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta

sinar5news.com | Jakarta — Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta kembali menjadi pusat kegiatan spiritual bernilai religius tinggi. Pada Senin malam, 5 Januari 2026, selepas salat Isya, dilaksanakan pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, sebuah amalan rutin yang biasa digelar setiap awal bulan. Kegiatan ini menjadi istimewa karena pembacaan Hizib pada bulan Januari sekaligus mengawali tahun baru 2026 dengan semangat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pembacaan tarekat berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lantunan wirid, doa, zikir, serta ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menghadirkan suasana yang menenangkan jiwa dan mencerahkan hati. Kedalaman spiritual tampak jelas dari para jamaah yang larut dalam kekhidmatan, seolah menyatukan hati dan qalbu dalam munajat kepada Sang Khaliq.

Kegiatan pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan dipimpin langsung oleh Drs. KH Muhammad Suhedi, SQ, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta sekaligus Ketua Yayasan Mi’raj Sibyan Nahdlatul Wathan Jakarta. Dengan penuh ketawadhuan, beliau membimbing para jamaah mengikuti setiap rangkaian tarekat yang telah menjadi warisan spiritual Nahdlatul Wathan.

Bagi para jamaah yang rutin dan istiqamah mengamalkan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, amalan ini merupakan kebutuhan spiritual yang sangat penting dan senantiasa dilaksanakan setiap bulan. Mereka meyakini bahwa kebahagiaan sejati seorang hamba terletak pada upaya terus-menerus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satu jalan terbaik dan paling tepat untuk meraih kedekatan tersebut adalah dengan mengamalkan tarekat Hizib Nahdlatul Wathan.

Secara makna, tarekat berarti jalan atau metode untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui rangkaian wirid, doa, zikir, dan ayat-ayat Al-Qur’an yang tersusun indah dan terpadu. Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan disusun oleh seorang ulama besar, wali Allah, pahlawan nasional, serta pendiri NWDI, NBDI, dan Nahdlatul Wathan, yakni Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Tarekat ini merupakan warisan spiritual yang sangat berharga dan monumental, tidak hanya bagi warga Nahdlatul Wathan, tetapi juga bagi kaum muslimin dan muslimat di seluruh Nusantara bahkan hingga mancanegara.

Para jamaah yang mengikuti pembacaan tarekat ini merasakan getaran spiritual yang mendalam. Jiwa menjadi lebih tenang, hati terasa lapang, dan beban kehidupan seolah menjadi ringan, meskipun dihadapkan pada berbagai persoalan dan tanggung jawab dunia. Semua itu bermuara pada satu tujuan utama, yakni memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membersamai hamba-Nya dalam setiap keadaan selama hidup di dunia.

Keistimewaan lain dari Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan adalah sifatnya yang ringkas, mudah, dan fleksibel. Sebagaimana disampaikan oleh Maulana Syaikh selaku penyusun, tarekat ini dikenal sebagai “tarekat akhir zaman” yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, baik saat bekerja, bercocok tanam, dalam perjalanan, maupun di sela-sela berbagai aktivitas. Tidak terikat oleh aturan yang ketat dan memberatkan, sehingga para pengamalnya dapat melaksanakannya dengan penuh keikhlasan tanpa merasa terbebani.

Melalui pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan ini, diharapkan semakin banyak umat yang tercerahkan batinnya, terselamatkan jiwanya, serta senantiasa berada dalam rahmat, rida, dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA