PERESMIAN BERDIRINYA PANTI ASUHAN YATIM DAN DHU’AFA NW GABUS TAMBUN UTARA GABUS BEKASI

Sungguh malam ini adalah malam penuh kesyukuran bagi umat Islam khususnya umat Islam yang tinggal di wilayah Gabus dan sekitarnya. Hari ini Sabtu, 19 Oktober 2019 pukul 19.30 WIB diadakan peresmian berdirinya panti asuhan dan dhu’afa Nahdlatul Wathan Gabus, Tambun Utara, Bekasi.

Iklan

Acara peresmian ini diawali dengan pembacaan hizib Nahdhatul Wathan yang diikuti oleh ratusan jamaah dari wilayah Gabus dan sekitarnya. Hadir pula segenap alim ulama, tokoh masyarakat, para santri, para alumni dan para pelajar Nahdlatul Wathan baik dari Jakarta, Bekasi, Muara Gembong dan Bogor.

Pembacaan hizib ini dipimpin langsung oleh para alumni dari Pondok Pesantren NW Jakarta yaitu Ust. Suruji, S.PdI, Ust Bayu Sugara, S.Kom dan Ust. Ujang Supriyatna, S.PdI. Dalam pembacaan hizib benar-benar menggema dan berlangsung sangat khidmat sehingga para pembaca merasakan suatu kenikmatan menyelimuti relung hati yang paling dalam.

Dengan berdirinya panti asuhan yatim dan dhu’afa ini menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gabus, dimana dengan kerja keras dari para pengurus, jamaah dan alumni mencari dana, akhirnya berdirilah panti asuhan ini. Walaupun terlihat sederhana tapi didesain dengan kultur alami dengan dilapisi kayu-kayu ukir berwarna kecotlatan, sehingga terkesan unik, alami dan indah dipandang mata.

Menurut pimpinan Pondok Pesantren NW Gabus Al Mukarram Drs. TGKH. M. Suhaidi, SQ, bahwa bangunan panti asuhan ini sebagian besar bahannya dari bongkaran bangunan-bangunan bekas yang tidak terpakai, seperti kayu, asbes, besi, puing-puing dan lain sebagainya. Karena pada prinsipnya menurut beliau tidak boleh kita menyia-nyiakan barang apapun di dunia ini, mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan hidup bersama.

Memang masyarakat dan jamaah menilai dengan jujur bahwa Drs. TGKH. M. Suhaidi, SQ itu seorang ulama yang sangat kreatif dan selalu berinovasi dalam segala bidang apapun. Dimana ada suatu kegiatan beliau tidak hanya sekedar menonton, tapi langsung ikut serta membantu dan meberikan arahan dan bimbingan sesuai dengan ilmunya.

Lihatlah pondok pesantren NW Gabus yang dipimpinnya, siapapun yang masuk berkunjung pasti terkesima dan terpesona melihat penataan pondok pesantren yang terkesan alami. Masjid dibuat senyaman mungkin dengan dekorasi bangunan bernuansa kayu dan dibawah masjid dibuat kolam ikan, membuat masjid ini terasa lebih sejuk dan damai.

Pondok pesantren juga dihiasi aneka pohon dan tanaman yang ditata dengan rapi diberbagai tempat yang tepat, sehingga terasa begitu asri, bersih dan rindang. Juga terdapat budidaya hewan seperti kambing, ayam dan bebek. Ada ikan mujaer, emas dan lele. Dan ada kangkung spesial yang ditanam untuk disuplai ke beberapa restoran di Jakarta.

Demikianlah keseharian Almukarram Drs. TGKH.M. Suhaidi, SQ tidak pernah berhenti melakukan segala aktifitas yang bermanfaat, walaupun beliau sekarang ini usianya sudah tua, tapi semangat dan dedikasinya tidak pernah pudar. Maka pantaslah para asatidz, jamaah, santri, alumni dan tokoh masyarakat amat mencintai dan menyayangi beliau karena sifat dan kepribadiannya yang sangat mulia.

Berdirinya panti asuhan ini adalah satu bukti bahwa beliau sangat didukung, dipatuhi dan dicintai oleh jamaah masyarakat Gabus karena kemuliaan akhlaknya, dimana dalam waktu dua bulan panti asuhan ini berdiri dengan sederhana tapi terkesan cantik dan alami. Tidak hanya itu baru-baru ini beliau mendapatkan waqaf tanah dari seorang jamaah seluas 2000 meter dan akan dibangun untuk panti asuhan yang lebih megah nantinya, demikian cita-cita beliau.

Akhirnya mari kita doakan semoga ponpes NW Gabus terus maju dan meningkat dari waktu kewaktu dan senantiasa diliputi lautan rahmat dan barokah dari Allah ‘Azza Wajalla. Aamiin

Bekasi, 21 Shafar 1441 H/20 Oktober 2019 M

Penulis : Marolah Abu Akrom