UNGKAPAN TERIMAKASIH YANG SANGAT DALAM DARI ANAK KEPADA AYAHANDA TGKH.MUHAMMAD SUHAIDI, SQ

UNGKAPAN TERIMAKASIH YANG SANGAT DALAM DARI ANAK KEPADA AYAHANDA TGKH.MUHAMMAD SUHAIDI, SQ

Kami selalu bersyukur atas apa yang diberikan kepada kami. Ayahanda TGKH.Muhammad Suahidi, SQ bukan hanya mengajar kami, akan tetapi juga membimbing kami. Terima Kasih Ayahanda.

Dear Ayahanda. Terimakasih telah membuat kamu seperti sekarang ini.

Terima kasih untuk ilmu-ilmu yang kau berikan pahlawan tanpa tanda jasaku.

Ayahanda tidak ingin dipuji meskipun sudah banyak berbuat baik kepada kami, beliau ikhlas, ikhlas membimbing kami. Terima kasih Ayahanda.

Terimakasih juga kepada guru-guruku. Pengetahuanku terbatas, ketidak tahuanku sungguh tak terbatas.

Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah pejuang-pejuangnya. Terimakasih untuk semua pengabdianmu.

Guru memang bukan orang hebat, tapi semua orang hebat adalah berkat dari jasa seorang guru. Terima kasih guru.

Jika ditanya pekerjaan apa yang paling mulia, tentu jawabanya adalah guru. Mereka yang membantu mendidik dan mencerdaskan kehidupan manusia. Terima kasih guru.

Guru yang berhasil adalah guru yang mampu mengantarkan muridnya lebih berhasil darinya. Terima kasih untuk Ayahanda dan Seluruh guru-guru kami.

KESABARAN DAN KEIKHLASAN AYAHANDA

Kesabaran dan keikhlasanmu menjadikan ilmu bermanfaat bagi kami. Terimakasih Ayahanda.

Terimakasih karena engkaulah kami dapat membuka jendela dunia.

Ilmu yang telah engkau ajarkan adalah hadiah paling indah yang pernah engkau berikan”. Terimakasih Ayahanda.

Terima kasih telah sabar mendidik kami dan tak pernah lelah membagikan ilmumu kepada kami.

Karena seorang ayahanda selalu mengajarkan kita untuk menghafal dan mengingat, bukan untuk melupakan. Terimakasih ayahanda.

Terima kasih atas bimbingan dan ilmunya yang bermanfaat, amal kalian akan terus mengalir seiring dengan bermanfaatnya ilmu yang engkau berikan.

Terima kasih ayahanda yang telah memberiku berjuta pengalaman hidup dan berjuta ilmu pengetahuan.

Apa yang ingin dipelajari murid sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan ayahanda. Terimakasih ayahanda.

Beliau adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan karena tidak berjasa tapi karena kita tidak bisa membalas jasanya. Terima kasih ayahanda.

BACA JUGA  Seorang Remaja di Lotara Ditemukan Tergantung di Pohon Mangga

Beliau adalah pahlawan yang membimbing anak-anak Indonesia untuk menjadi penerus Bangsa yang berprestasi. Terima kasih atas kesabaranmu, keikhlasanmu dan keteguhanmu dalam membimbing kami.

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tapi Ayahanda dapat melahirkan ribuan orang-orang yang hebat. Terimakasih ayahanda.

Beliau seperti lilin, yang menghabiskan dirinya sendiri untuk mencerahkan kehidupan orang lain.

Jasa-jasamu sangat mulia sekali, engkau adalah orang tua terbaik yang pernah kami temui. Nasehat dan juga bimbingan darimu akan selalu kami ingat selama-lamanya. Semoga Allah swt selalu melindungimu.

Apa yang sudah engkau lakukan selama ini begitu berguna bagi kami. Kami tidak mampu membalas kebaikan engkau. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan biarkan Allah swt yang membalasnya.

PENGGANTI AYAH DAN IBU

Seperti yang kita tahu, bahwa di sekolah orang tua kita adalah guru. Ia lah yang diberi amanah oleh orang tua kita di rumah untuk menjaga dan mendidik sang anak.

BACA JUGA  Deraian Air Mata Dalam Acara Wisuda

Maka kita harus sama menyayangi guru seperti orang tua kita di rumah, kita harus berterimakasih kepada guru karena ia pengganti ayah ibu.

“Semarah-marahnya seorang ayahanda kepada kami.
pasti ada tujuan baik untuk kita kedepannya. Beliau mendidik dengan ikhlas dan penuh kasih sayang.Maka dari itu janganlah kita durhaka terhadap ayahanda kita, karena beliau adalah orang tua kedua kita.

Terimakasih Pahlawan qu.”

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Beliau adalah seorang pahlawan, yang barangkali memang tidak jihad di medan pertempuran. Ia jihad melawan kebodohan yang juga musuh manusia. Seorang pahlawan di medan perang juga terlahir karena seorang guru.

“Sosok pahlawan tanpa tanda jasa.
bagai penerang ketika gelap.
Cahaya yang begitu mulia.
Membantu mencerdaskan anak bangsa.
Sosok ini adalah guru, terimakasih telah memberikan ilmunya.
Semoga kami bisa meneruskan sepertimu”.

“Untuk guru-guru diseluruh dunia,
tetap semangat mendidik anak bangsa
Orang yang hebat bisa melahirkan
beberapa karya bermutu,tapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang yang hebat.Guru adalah lentera hidup.
Pahlawan tanpa tanda jasa.

BACA JUGA  Pengertian Nun Sukun dan Tanwin

Terima kasih ayahanda”.

BERSYUKUR MENJADI MURIDMU

Barangkali dengan ungkapan rasa syukur telah menjadi anaknya akan membuat hati sang ayahanda tersentuh. Meskipun benar beliau tidak butuh puja puji dari anaknya, tetapi itu juga bisa sebagai ungkapan rasa syukur ayahanda karena telah berhasil mendidik sang anak.

“Di dunia ini hal yang paling kami syukuri adalah karena telah menjadi muridmu ayahanda. Engkau sangat berpengaruh dalam membentuk pribadiku. Kau selalu berpesan bahwa semakin kau merasa pintar berarti kau semakin bodoh. Terimakasih ayahanda karena telah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan ini.”

PELITA UMAT MANUSIA

Apa jadinya dunia ini tanpa maha guru TGKH.M Zainuddin abdul madjid dan TGKH.M. Suhaidi, SQ. Setiap orang tidak akan pernah belajar. Kesombongan manusia akan semakin menjadi-jadi karena ia merasa pintar karena dirinya sendiri.

Barangkali dunia ini akan gelap gulita tanpa seorang ayahanda. ya beliau adalah setiap orang yang memberikan pelajaran hidup.

“Apa yang bisa dilakukan umat manusia tanpamu ayahanda. kau adalah pemberi yang setia. Setiap ilmu yang kau tularkan adalah pelita bagi umat manusia.

Terimakasih ayahanda telah memberi kami banyak ilmu. Terimakasih karena telah mendidik kami dengan tulus

Engkaulah sang penghancur kegelapan
Engkau adalah cahaya yang mengusir kebodohan menggantinya dengan kecerdasan akal, mental dan spiritual.
Terima kasih atas jasa-jasamu ayahanda.

DARI KAMI PARA ALUMNI NAHDLATUL WATHAN UNTUK AYAHANDA

Demikianlah ucapan terima kasih kepada ayahanda yang bisa kami sajikan. Berterima kasih kepada ayahanda adalah hal yang wajib.

Itu seperti sebuah adab yang baik. Meskipun barangkali seorang ayahanda tidak pernah mengharapkan ucapan terima kasih tersebut.

Karena memang bahkan beliau tak memikirkannya. Tetapi sekali lagi alangkah baiknya jika seorang anak/murid menyadari benar bahwa ia selayaknya harus berterima kasih kepada sang ayahanda.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA