TGB: Jangan Remehkan Protokol Kesehatan Covid-19

banner post atas

Dalam beberapa kali Jum’at belakangan ini, TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi kembali aktif mengisi kajian ba’da Jum’at di Masjid Hubbul Wathan IC NTB dengan mengikuti standar protokol kesehatan covid-19.

Materi yang dibawakan adalah melanjutkan kajian tafsir alqur’an yang sudah berlangsung cukup lama. Pada Jum’at kali ini, (11/09/2020) TGB membahas tafsir al-Baqarah ayat 84-86. Namun, pada tulisan kali ini tidak memuat penjelasan TGB tentang tafsir al-Baqarah 84-86 tersebut. Tapi, seruan TGB dalam menyikapi perkembangan pandemi covid19 yang disampaikan di akhir kajian.

TGB yang merupakan Gubernur NTB 2 periode ini (2008-2018) menyerukan supaya masyarakat tidak menganggap remeh dan harus patuh menjalankan protokol kesehatan covid19 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Iklan

“Memakai masker, jaga jarak, menghindari kontak pisik langsung, dan sesering mungkin mencuci tangan yang menjadi standar protokol kesehatan covid19 yang telah dikeluarkan pemerintah, maka ini jangan sampai diremehkan dan harus dilaksanakan. Melaksanakan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi seperti saat ini juga merupakan bagian dari cara kita melaksanakan perintah agama,” jelas TGB

Ketua Umum PBNW ini lebih lanjut menjelaskan, bahw dalam Islam, tidak dipertentangkan antara sains dengan agama. TGB mencontohkan bagaimana dulu rasul SAW menerima penggunaan sains atau teknologi yang digunakan sahabat dalam proses penyuburan pohon kurma sehingga dapat menghasilkan buah yang lebat.

Dalam kasus pandemi covid19 ini, sains telah mengeluarkan hasil-hasil penelitian yang menyebut bahwa covid19 merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Dan ini terbukti berdasarkan data-data covid19 yang dikeluarkan setiap hari oleh pemerintah. Sudah ada ratusan ribu yang terkonfirmasi positif covid19 di Indonesia dan ribuan dari ratusan ribu tersebut meninggal dunia.

“Islam sangat memperhatikan kehidupan dan kelangsungan hidup umat manusia,” tegas TGB.

BACA JUGA  Dirumah Aja ! Beberapa Aktivitas Yang Harus Kamu Coba di Rumah Bareng Keluarga

Berdasarkan data pertanggal (11/09) yang dimuat di situs covid19.go.id tertulis, sudah ada 207.203 orang terkonfirmasi positif, 51,237 orang yang masih dalam perawatan, dan 8.456 orang meninggal dunia. Data ini terus bertambah setiap harinya. Bahkan! Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan telah kembali mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang akan mulai diterapkan pada 14 September mendatang. Hal ini sebagai respon terhadap kasus covid19 di Jakarta yang semakin parah.

Sementara itu, di NTB sendiri, kasus covid19 juga masih terus mengalami penambahan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Diskominfotik NTB pertanggal (10/09/2020), sebanyak 2.909 orang yang sudah terkonfirmasi positif covid19 dengan 172 orang meninggal dunia. Angka yang cukup tinggi

Oleh karena itu, NTB telah menerbitkan Peraturan Daerah No 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular. Salah satu poin utamanya adalah sangsi berupa denda sebesar Rp.100.000 bagi yang tidak menggunakan masker di ruang publik. Hal ini sebagai bagian dari bentuk ikhtiar untuk keluar dari pandemi yang telah berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan kita ini.

Sampai saat ini, Perda ini masih terus gencar disosialisasikan oleh seluruh elemen dan perangkat yang ada di NTB. Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga dalam beberapa waktu belakangan ini aktif turun ke ruang-ruang publik dan ke tempat fasilitas-fasilitas publik lainnya untuk mensosialisasikan protokol kesehatan covid19 dan Perda yang akan berlaku pada 14 September mendatang.

Semoga pandemi ini segera berlalu sehingga kita kembali bisa melakukan aktifitas normal seperti sebelum adanya covid19.

Mataram, 11 September 2020

Zulbajang