TGB : Dihadapan 1.000 Siwa SMAN 1 Terara NTB. Memaknai Isro’ Sebaik Bergerak Mencari Ilmu, Mi’roj Sebagai Peningkatan Dalam Ilmu Pengetahuan.

TGB : Dihadapan 1.000 Siwa SMAN 1 Terara NTB. Memaknai Isro’ Sebaik Bergerak Mencari Ilmu, Mi’roj Sebagai Peningkatan Dalam Ilmu Pengetahuan.

Sinar5news.com – Lotim – Keluarga besar SMAN 1 Terara, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) mengaku terharu dan gembira dengan kehadiran Tuan Guru Bajang(TGB) Dr.TGKH.Muhammada Zainul Majdi,MA kesekolah tersebut untuk memberikan pengajian umum Isro’ Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW. Senin (09/03/2020).

Kepala Sekolah SMAN 1 Terara Drs.H.Muhammad Ishak, menyampaikan semua guru karyawan dan murid merasa berbahagia dan senang dengan kehadiran Tokoh Nasional bahkan Internasional TGB yang selama ini sangat ditunggu-tunggu Da’wahnya yang selalu menyejukkan.

Foto : TGB.Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,MA

“Saya sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Tuan Guru Bajang kesekolah kami ini, dan memang kami semua dari dulu berharap agar beliau bisa memberikan pengajiannya disini. Dan Alhamdulillah hari ini cita-cita kami tercapai,” Ungkap H.Ishak.

Sementara itu TGB dalam pengajiannya memaparkan tentang makna dari Isra’ Mikraj yang dari kejadian itu kita dapat menangkap esensi dari kejadian tersebut.Isra’ yang dimaknai dengan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa memiliki esensi BERGERAK.

Foto : TGB.Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,MA dan Drs.H.M.Ishak (Kepala Sekolah SMAN 1 Terara)

“Pada dasarnya alam ini menjadi hidup karena bergerak,jiwa-jiwa kalian anak-anakku menjadi hidup karena bergerak, maka dalam Islam itu ada pesan Al Kharoqah Baroqah, terus anak-anakku bergerak,terus belajar,terus bekali diri kalian dengan hal-hal yang bermanfaat,terus membangun jejaring kebaikan” Pesan TGB dihadapan seribu orang murid SMAN 1 Terara.

Dalam Islam itu ada namanya Silaturrahim(Bilding Networking) menanamkan kebaikan,mengenal orang itu tidak hanya sekedar mengenal nama, tetapi yang penting terus membangun persahabatan.karena kita tidak tahu teman atau sahabat kalian saat ini kelak akan menjadi mitra dalam usaha untuk yang menjadi pengusaha atau ada diantara kalian yang jadi guru maka akan saling mengisi sebagai sesam guru dimasa yang akan datang.

Foto : Jamaah Pengajian di SMAN 1 Terara

TGB juga meriwayatkan bagaimana dulu Nabi Muhammad SAW dalam berda’wah yang selalu dihina,dicaci maki,dilempar dengan batu bahkan pernah juga kepala beliau dilumiri usus onta. Tetapi beliau tetap bersabar dan terus menjalin silaturrahmi, Karena Nabi Muhammad SAW tidak hanya melihat apa yang terjadi saat itu, tetapi nabi lebih melihat kebaikan pada masa yang akan datang.

BACA JUGA  Kelompok Nelayan Teluk Areng,Optimis Sukses Kelola Lobster Bantuan KKP RI.

“Meskipun Nabi diperlakukan seperti itu,Nabi tidak marah,Nabi tidak dendam namun tetap menajalin silaturrahmi, karena belaiu(Rasulullah) menyadari dunia ini terus bergerak, beliau sadar bahwa manusia itu bisa berubah, beliau sadar bahwa fitrah manusia itu kebaikan, maka bagaimanapun kesulitan yang belaiau hadapi tidak pernah memutuskan tali persahabatan,tidak pernah Nabi itu membalas keburukan dengan keburukan,bahkan dalam Hadist Beliau itu mendoakan orang yang menyakiti beliau,” Tutur TGB.

BACA JUGA  Greget! Ini Rasanya Naik Perahu Luar Angkasa di Jepang

Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah menghadapi dua orang Qurais yang sangat kejam yakni Umar Bin Khattab dan Amer Ibnu Khisyam(Abu Jahal) yang kedua orang tersebut setiap hari menyakiti Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya. Lalu apa respon Nabi kepada kedua orang tersebut. Rasulullah malah berdo’a “Ya Allah saya berdoa kalau tidak kedua orang ini masuk islam mudah-mudah salah satu dari mereka masuk islam,”. Doa Rasulullah diterima Allah SWT dan Umar Bin Khattab masuk Islam dan menjadi pembela Nabi Besar Muhammad SAW.

“Itulah Perspektif Isro’ anak-anakku. Melihat hari ini jangan dengan pandangan hari ini,tapi pandanglah jauh kedepan,kalau punya teman yang sudah menyakiti saat ini,jangan ingat tentang dia telah menyakiti tapi ingat dia sebagai teman yang bisa berubah,bisa jadi hari ini dia kasih kita hal yang kurang baik dan mudharat, tapi bisa jadi besok dia akan memberikan kemanfaatan,” Pesan TGB kepada murid-murid SMAN 1 Terara.

Foto : Jamaah berebut Salaman Dengan TGB

Isro’ itu artinya perjalanan yang tidak akan pernah berhenti, Isro’ itu didalamnya ada makna tentang perubahan yang selalu ada bagi siapapun diantara kita. Tidak ada manusia yang tidak baik sebagaimanan manusia tidak ada yang sempurna. Dan hidup saat ini adalah saling melengkapi dan saling membantu.

TGB selanjutnya memaparkan makna dari Mi’raj yang artinya menigkat. Makna meningkat(naik) yang disampaikan TGB pada murid-murid SMAN 1 Terara adalah peningkatan pada ilmu pengetahuan. yang digambarkan dengan ilmu yang diperoleh pada saat duduk dibangku SMP/M.Ts Pasti akan meningkat ilmunya kalau sudah duduk dibangku SMA.

BACA JUGA  Hal hal yang perlu kita Antisipasi saat Gempa Bumi

“Teori 10.000 jam itu tidak hanya sekedar pengulangan tapi juga peningkatan, cara belajar kalian terus untuk diperbaiki dari hari kehari dan manusia itu sulit memperbaiki dirinya tanpa ada bimbingan, siapa yang membimbing kalian itu namanya Guru,” Ungkap TGB.

Diakhir pengajiannya TGB.Dr.TGH.M.Zainul Majdi,MA kembali mengingatkan bahwa Isro’ adalah pembiasaan yang baik, terus bergerak merubah diri kepada hal-hal yang lebih baik,saling melengkapi dengan saudara dan sahabat kita,dengan bimbingan dari guru. Sedangkan Mi’roj arahkan sesuatu itu kepada yang lebih baik dan lebih sempurna.(Bul)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA