Tempat Penyesalan Yang Sebenarnya

0
345
banner post atas

Kita sebagai manusia tidak cukup hanya memahami sebatas pemahaman tentang berbagai hal yang terkait dengan kehidupan di Dunia ini saja. Pasalnya kita sebagai muslim sudah sepakat bahwa kehidupan ini tidak hanya terhenti sampai di dunia, karena masih ada perjalan yang lebih jauh dan panjang dari kehidupan dunia. Sehingga kalau berasumsi kehidupan dunia adalah sementara, maka penyesalan yang ada di duniapun bersifat sementara.

Setiap kita kalau ditanya, mau milih penyesalan sementara Atau selamanya, tentu milih yang sementara. Namun pada kenyataannya di dunia, kita lebih banyak menerapkan gaya hidup yang tidak siap dengan penyesalan sementara dan siap dengan penyesalan selamanya. Lebih senang bicara yang tidak jelas ketimbang membaca al-qur’an atau membicarakan hal yang bermanfaat, dan mengerjakan shalat masih seenaknya. Yang sangat miris dari kita adalah jika tidak melaksanakan shalat merasa biasa saja alias tanpa ada rasa berdosa. Prilaku seperti ini secara tidak langsung menggambar terhadap kesiapan menghadapi penyesalan abadi yang sebenarnya.

Lalau manakah tempat penyesalan abadi yang berkepanjangan tanpa ujung. Tidak ada penyesalan yang lebih panjang kecuali penyesalan itu ?

Iklan

Sebenarnya tempat penyesalan abadi itu banyak, diantaranya; alam kubur, mahsyar, dan di neraka. Dalam pembahasan ini kita akan membahas satu saja, yaitu alam kubur. Kubur termasuk tempat penyesalan yang hakiki (sebenarnya), karena setelah meninggal tidak adalagi perbuatan yang bisa dievaluasi dan diperbaiki, sehingga memunculkan penyesalan yang sedalam-dalamnya. Berbeda dengan penyesal di alam dunia masih bisa diperbaiki dan masih ada kesempatan untuk meningkatkan mutu amal dengan yang lebih baik.

Alam Kubur adalah transit pertama kita setelah dipindahkan dari alam dunia. Disini kita akan mengalami suka dan duka yang berkepanjangan sampai menunggu waktu kiamat, yaitu hancurnya seluruh alam dunia ini. Menyesal sejadi-jadinya karena buruknya amal yang dilakukan ketika di dunia. Gembira dan senang didalamnya karena kebaikan yang dulu dilakukan didunia. Kubur kita, bisa menjadi satu taman dari taman-taman surga dan bisa juga menjadi satu lobang dari lobang-lobang neraka, bergantung atas amal ibadah di dunia.

Bisa dibayangkan, kalau kita meninggal dalam keadaan yang tidak baik, kemudian di kubur disiksa sampai menunggu datangnya kiamat yang tinggal beberapa ratus tahun lagi misalnya. Penderitaan tersebut sudah bisa kita gambarkan seperti apa rasanya. Apalagi bila mengingat bagaimana seramnya mungkar dan nakir, itu akan semakin membuat alam kubur seram dan menakutkan bagi kita yang lebih suka mengentengkan perintah Allah dan lebih senang terhadap maksiat.

Perlu untuk diingat, bahwa kita berangkat ke alam kubur tidak bisa membawa apapun yang dimiliki di dunia selain kain kafan, iman dan amal shaleh. Suami atau istri, harta dan jabatan tidak bisa menemani, anak dan istri pulang meninggalkan kubur kita. Mereka pulang kembali ke rumah dan mempergunakan harta benda yang kita tinggalkan. Hanya iman dan amal yang menemani dengan setia.

Meski kita sudah tidak bisa melakukan apapun di alam kubur, namun Allah masih memberikan peluang untuk bisa mendapatkan pahala dari amal-amal yang pernah dilakukan di alam dunia, seperti sodakoh jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang selalu mendoakan.

Alam kubur masih bagian dari tempat transit, bukan tujuan akhir yang sebenarnya, karena selanjutnya kita akan melanjutkan ke tempat yang lebih luas, dan keadaan yang lebih dahsyat dan menakutkan yaitu menuju alam mahsyar. fath.