SIFAT KETIKA MENJADI PEMIMPIN

banner post atas

Oleh:Rizwans_ ElFaiz

Dalam dunia organisasi ,komunitas,dan lain-lain yang memiliki unsur memimpin dan di pimpin.Ada beberapa masalah yang kerap di hadapi ,terutama bagi seorang pemimpin (ketua).Diantaranya sikap anngota yang memiliki cara pandang berbeda dan serangan dari internal maupun eksternal dari organisasi dan komunitas .Sehingga kadang-kadang membuat pemimpin stress bahkan ingin menyerah dan mundur dari jabatannnya.

Padahal ketika sang pemimpin mampu mengambil sisi positif dari anggota yang di pimpin ,itu akan menjadi keunikan dalam organisasi,komunitas,dan lainnya.Maka bagaimana seharusnya sikap kita , ketika menjadi pemimpin dan mengalami masalah yang sama.

Iklan

Menjadi depan (pemimpin) harus memiliki mental yang kuat.Sebagai seorang pemimpin tidak cukup dengan modal vocal saja,pemimpin harus memiliki sinergi yang tinggi.Mental itu bukan soal percaya diri menjadi depan,namun mental sangat perlu jikala mendapat serangan baik itu dari internal dan eksternal,karna tidak menutup kemungkinan semua itu pasti akan terjadi.Semua itu memiliki sebab yang berbeda-beda,mulai dari perbedaan ego,perbedaan visi bahkan argumentasi .Semua lumrah dalam dunia organisasi.

cara menyatukannya yaitu dengan memiliki empati dan rasa tanggung jawab yang besar pada apa yang kita emban.Terutama disini bagi seorang pemimpin harus memiliki setidaknya 3 sifat yang perlu.Karna sebagai seorang pemimpin tidak selamanya keputusannya harus di dengar karna kemauannya sendiri ,adakalanya pasti di tentang,maka dari itu tanamkan 3 sifat ini :

1.Sifat demokrasi : sikap sangat perlu rasanya harus benar-benar di aplikasikan ,sikap ini adalah dimana sang pemimpin haus mendengar aspirasi setiap anggotanya mulai dari perencanaan sampai eksekusi .Setiap mereka yang ada harus mendapatkan hak yang sama mulai dari berargumentasi hingga segala hal yang berkaitan berdasarkan tupoksi masing-masing.sehingga pemimpin sebagai pengambil keputusan harus mampu memutuskan untuk kemaslahatan ummat baik secara esensi dan eksistensi.

BACA JUGA  Ust.Hasan Basri, MA: DALAM HAL MENIKAH, SAYA AHLUSSUANAH WAL JAMAAH¬†

2.Sifat kebapak-bapaan: Sifat ini lebih urgensinya yaitu pemahan ego setiap anggota serta masalah yangyang sedang di hadapi organisasi untuk segara di carikan solusi,bukan malah bersikap apatis dan bodoh amat .Ibaratnya seperti dalam keluarga sang bapak harus benar- benar sebagai agen solusi dan pengemban tanggung jawab atas keluarganya.

3.Sifat otoriter: Berbicara tentang otoriter,di Negara Indonesia akan teringat dengan presiden ke-2 yaitu bapak Suharto.Sikap ini memang tidak selamanya harus di aplikasikan ,namun pada saat tertentu.Sikap ini harus keluar pada saat pengambilan keputusan atas masalah yang tidak memiliki titik penyelesaian terutama di situasi yang penting dan mendesak.

Beberapa sifat ini kita aplikasikan berdasarkan situasi dan kondisi yang di hadapi ,atas permasalahan yang ada agar cepat dan tepat suatu solusi. Pemimpin yang hebat adalah mereka yag mampuu bertahan dan menyelasaikan setiap masalah yang kerap terjadi..