Siapakah Yang Bisa Membawa NW Menuju Cita-cita Pendirinya ?

0
454
banner post atas

“Siapakah yang bisa membawa NW menuju cita-cita pendirinya ?” sepintas mendengar pertanyaan ini seolah memprovokasi dan menghususkan orang tertentu di Nahdlatul Wathan. Namun jika dikaji lebih mendalam, maka pertanyaan ini tidak provokatif, melainkan pertanyaan motivasi yang harus didengar oleh orang-orang yang mengaku sebagai kader dan pejuang di Nahdlatul Wathan, dan sebagai bahan renungan apakah dirinya termasuk bagian dari pejuang yang produktif di NW ?

Mendengar pertanyaan diatas, bisa saja kita katakan bahwa jawaban yang paling tepat adalah dzurriyyat (keturunan) Maulana Syaikh, mirid-muridnya, kemudian para muhibbin (pencinta) Nahdlatul Wathan. Jawaban ini mungkin bisa masuk akal, namun belum bisa dijadikan sebagai jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas. Karena bisa saja dari keturunan, murid atau muhibbinnya membelok dari rel Nahdlatul Wathan.

Lalau apakah jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan diatas ? Kalau bukan keturunan, murid dan para muhibbin siapa lagi ?.

Iklan

Sudah kita maklumi bersama bahwa ketiga golongan diatas adalah orang yang emosionalnya lebih dekat dengan Nahdlatul Wathan, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa mereka memiliki peluang yang besar untuk memajukan Nahdlatul Wathan. Namun ada hal utama yang harus diperhatikan oleh tiga golongan diatas supaya mereka termasuk bagian dari deretan orang yang bisa membawa NW menuju cita-cita pendirinya.

Apa saja hal penting yang harus diperhatikan oleh tiga golongan diatas ?

Sudah dimaklumi bersama bahwa NW memiliki jargon yang telah masyhur dan tidak asing di telinga kita, dan sering didengungkan sebagai sebuah motivasi “Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa”.

Pada jargon diatas terdapat dua pokok yang harus dimiliki oleh dzurriyyat (keturunan), murid dan muhibbin (pencinta) Nahdlatul Wathan. Pokok pertama sebagai pejuang NW harus memiliki jiwa Ke-NW-an. Pokok yang kedua para pejuang NW harus berpegang kepada iman dan taqwa. Artinya apa yang dilakukan oleh pejuang NW tidak terlepas dari bingkai iman dan taqwa.

Dua pokok diatas sudah tidak diragukan bagi pejuang Nahdhatul Wathan. Pokok pertama pasti mereka miliki karena mereka bagian dari Nahdiyyin dan Nahdiyyat, dan pokok kedua juga sudah tentu mereka miliki, karena merupakan pondasi bagi orang yang beriman. Oleh karena itu yang ini sudah pasti ada pada setiap pejuang Nahdlatul Wathan.

Setelah memiliki dua pokok diatas, apakah sudah bisa dijadikan sebagai tolak ukur mampu membawa NW menuju cita-cita pendirinya ? Jawabannya tentu belum bisa, karena ada satu kriteria lagi yang harus dimiliki. Kriteria yang satu ini merupakan syarat penentu untuk membawa NW ke cita-cita pendirinya.

Tidak asing dikalangan Nahdiyyin wasiat Maulana Syaikh yang berbunyi

ان اكرمكم عندي انفعكم لنهضة الوطن#
وان شركم عندي اضركم بنهضة الطن

Artinya; semulia-muliamu padaku adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada Nahdlatul Wathan# dan sejahat-jahatmu padaku adalah yang paling banyak merusak perjuangan Nahdlatul Wathan.

Nah, Baru dikategorikan sebagai orang yang berhasil membawa Nahdlatul Wathan ke cita-citanya setelah dzurriyyat, murid, dan muhibbinnya mampu merealisasikan wasiat diatas. Dengan memegang wasiat diatas berarti mereka berjuang di Nahdlatul Wathan tanpa mencari kursi dan nama, tulus ikhlas ingin memajukan NW. Fath.