Satlantas Polres Lotim, Bagikan 8.000 Liter Air Bersih.dan Edukasi Warga Soal Lalin Serta Prokes Covid-19.

banner post atas

Sinar5news.Com -Lombok Timur – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan air bersih sebanyak 8000 liter kepada warga Dusun Padak Selatan, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Ahad (20/06/2021).

Selain kegiatan baksos, warga juga diberikan pemahaman tentang aturan berlalu lintas serta dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. 

Iklan

Kasat Lantas Polres Lombok Timur, IPTU Rita Yuliana mengaku empati melihat kondisi warga sekitar yang sangat membutuhkan air bersih, terlebih lagi mereka mengaku kesulitan air bersih sejak tahun 2018 lalu.

“Meskipun kegiatan kita ini sederhana tapi sangat bermanfaat untuk warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa bakti sosial seperti itu akan menjadi program rutin Satlantas Polres Lotim ke depan untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih di tempat lain.

Rita yang saat itu didampingi Srikandi Presisi juga menambahkan, selain air bersih, pihaknya juga membagikan puluhan ember kepada warga sebagai wadah untuk mengambil air. 

“Sebagai inovasi dan kegiatan sosial kami dari Satlantas Lotim, kedepan insya Allah kami juga akan membangun saluran air untuk warga di lokasi yang memang benar-benar selalu mengalami kekeringan setiap tahun,“ ungkapnya. 

Sementara itu, salah satu warga setempat, Bq. Rusni mengatakan, dirinya merasa sangat senang dan bahagia dengan bantuan air bersih dari Satlantas Polres Lotim karena selama ini, warga harus mengeluarkan uang setiap minggunya untuk membeli air bersih.

“Dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, kami selalu beli air tangki seharga 60 ribu, itupun bertahan hanya 1 minggu, sehingga setiap ada bantuan air seperti ini, kami merasa sangat senang dan bahagia,“ tuturnya. 

BACA JUGA  Panglima TNI Tinjau Fasilitas Baru di Lanud Iswahjudi Madiun

Rusni berharap kepada pemerintah untuk kembali mengalirkan air PDAM ke Dusun Padak Selatan karena sejak tahun 2018, saluran pipa PDAM sudah diputus sehingga sejak saat itu warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

“Dulu kami menggunakan air PDAM tapi saya tidak tahu masalahnya apa sehingga sejak tahun 2018 tidak ada lagi. Selama ini kami biasa menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari tapi kalau sudah musim kering, kami selalu kesulitan air sehingga kalau ada bantuan kita sering rebutan dengan warga,“ ujarnya. (Bul)