Prof Harapandi: Sahabat itu Emas

banner post atas

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

Artinya:”Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat”.
 
Kata ‘Aid al-Qarni dalam kitab Hatta Takuna As’adannas halaman 25: Al-‘Aqil Yaktsuru Asdhiqauhu wa Yuqallilu A’da’ahu, Fainna al-Shadiqa yuhshalu fii sanati wal ‘Aduwwu yuhshalu fii yaum Fa Thuubaa Liman Habbabahullahu Ilaa Khalqihi”.
 
Orang berakal –mestinya– memperbanyak sahabatnya dan memperkecil (sedikit) musuhnya. Ketahuilah bahwa sahabat dapat diperoleh dalam waktu satu tahun sedangkan musuh dapat dijumpai setiap hari, oleh karena itu beruntunglah mereka yang telah dianugerahkan Allah untuk mendapatkan sahabat-sahabat yang baik, maka peliharalah persahabatan sebaik mungkin.

ألف صديق قليل وعدو واحد كثيرون
Artinya; “Seribu sahabat itu sedikit dan seorang musuh itu banyak”

Iklan

Dahsyat, sangat dahsyat, ciri orang berakal adalah mereka yang banyak sahabat, sedangkan ciri orang sedikit akal adalah banyak musuh. Sahabat adalah mereka yang menghiburmu dikala mendapatkan kesusahan dan mendukungmu saat memperoleh kenikmatan, bukan sebaliknya, sahabat yang menjauh saat memperoleh musibah dan –hanya– mendekat saat kita dalam kesenangan.
 
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda;”Al-Mar’u Ma’a Man Ahabba yaum al- Qiyamah” seseorang akan bersama siapa yang dikasihinya pada hari kiyamat. Kalau kita di dunia bersama pencinta Ilmu maka di akhirat akan dikumpulkan bersama mereka para pencinta ilmu, dan jika di dunia berteman dengan orang yang senang menyia-nyiakan waktu maka diakhirat nanti kita akan bersama dengannnya. Dalam Pepatah Arab disebutkan: al-Thuyûru Alâ Asykâliha Taqa'” (burung akan terbang bersama dengan burung yang sejenis.
 
Jadi untuk melihat dan menilai orang tidak perlu bertanya kepadanya apakah dia baik ataukah tidak, cukuplah dengan melihat siapa temannya bergaul. Jika bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan tercium wangi pula dirinya dan jika bergaul dengan penjual terasi maka akan berbau terasilah dia. Pandai-pandailah memilih sahabat karena dengan sahabat kita bisa menjadi baik dan dengannya pula kita bisa menjadi orang terjelek.

BACA JUGA  HIKMAH PAGI “PEMBERIAN ALLAH ADALAH KEBAIKANNYA DAN MENAHAN PEMBERIANNYA ADALAH KEKUASAANNYA”.

Tercatat beberapa keunggulan memiliki sahabat yang saleh. Sahabat yang saleh akan selalu membenarkan dan menasehati kita apabila salah. Inilah sahabat yang sesungguhnya, bukan hanya sahabat saat bersenang-senang saja atau sahabat yang memuji karena basa-basi saja.

Sebuah ungkapan arab berbunyi:
ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ

Artinya:”Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”.

Sahabat yang saleh juga akan selalu mendoakan shahabatnya karena apabila ia mendoakan sahabatnya, sedangkan sahabatnya tidak mengetaui, maka malaikat juga meng-amin-kan doa tersebut sambil mendoakan mereka yang berdoa untuk sahabatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya;” Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim).

Yaa Allah Karuniakanlah kami sahabat-sahabat yang dapat membawa kami kepada kebenaran dan mengikuti ajaran yang telah Engkau Titahkan kepada kami.

Wallahu a’lamu bi al-Shawab