Prof H Agustitin: PERTUMBUHAN PERBANKAN TAHUN 2020

banner post atas

Bank Dunia aka pertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 di angka melebihi 5,1 persen.

Di dikeluarkannya Proyeksi tersebut karena Bank Dunia telah mencermati laporan Global Economic Prospects: Slow Growth, Policy Challenges.

Angka pertumbuhan di proyeksikan tetap sama seperti dalam laporan kuartalan Bank Dunia pada Desember 2019 lalu. Angka ini sedikit dibawah target asumsi makro pemerintah dalam APBN 2020 sebesar 5,3 persen.

Iklan

Bank Dunia mengemukakan bahwa pertumbuhan Indonesia yang tetap berada di kisaran 5 persen disebabkan oleh perekonomian yang tidak terlalu bergantung pada ekspor bila dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Konsumsi masyarakat diperkirakan akan stabil serta  ditopang oleh kenaikan investasi yang masuk.

“Pasar ketenagakerjaan juga diprediksi akan membaik karena sumber daya manusia yang tengah melimpah,” demikian kutipan laporan tersebut.

Pertumbuhan secara regional di Asia Timur dan Pasifik diprediksi melemah menjadi 5,7 persen pada 2020, mencerminkan perlambatan moderat di China menjadi 5,9 persen pada tahun ini di tengah berlanjutnya hambatan domestik dan eksternal, termasuk dampak dari ketegangan perdagangan.

Pertumbuhan regional yang tidak termasuk China, diperkirakan sedikit pulih ke 4,9 persen. Hal ini dipicu oleh permintaan domestik yang diuntungkan oleh kondisi keuangan yang umumnya mendukung di tengah inflasi rendah, aliran modal yang kuat, serta terus berjalannya proyek infrastruktur publik.

Di perkirakan Pertumbuhan regional juga akan mendapat manfaat dari berkurangnya ketidakpastian kebijakan perdagangan global dan pemulihan perdagangan global yang moderat, meskipun masih lemah.

Ekonom World Bank menyampaikan proyeksi ini bisa berubah menjadi lebih kuat jika kebijakan yang diambil baru-baru ini, terutama yang mengurangi ketegangan perdagangan, mampu meredakan ketidakpastian kebijakan lebih lanjut.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Skema Perlindungan dan Pemulihan Koperasi- KUMKM Paska, Pandemi Covid-19

“Risiko penurunan tetap mendominasi, termasuk kemungkinan eskalasi ketegangan perdagangan global, penurunan tajam di ekonomi utama, dan gangguan keuangan di pasar dan ekonomi berkembang,” tulis World Bank

Tingkat inflasi China stabil pada bulan Desember 2019, sementara indeks harga produsen menurun, sehingga membuka untuk pelonggaran moneter demi memperkuat stabilisasi pertumbuhan ekonomi.

Atas dasar data Biro Statistik Nasional China, indeks harga konsumen (IHK) naik 4,5 persen pada Desember dibandingkan dari tahun sebelumnya, menyamai tingkat November dan menghentikan akselerasi yang didorong oleh lonjakan harga daging babi.

Tercatat dalam , indeks harga produsen turun 0,5 persen dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan bulan November yang mencatat penurunan 1,4 persen.

Harga daging babi, yang menjadi faktor kunci dalam laju IHK China, naik 97 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun sebenarnya lebih lambat dari kenaikan pada Oktober dan November. Dibandingkan bulan November, harga daging babi turun 5,6 persen pada Desember.

Permintaan pangan yang meningkat selama liburan Tahun Baru Imlek diperkirakan memicu kenaikan harga pada bulan Januari, tetapi di luar itu tekanan harga mungkin masih moderat. Hal tersebut memberi ruang bagi bank sentral untuk menggelontorkan stimulus tambahan jika diperlukan setelah memulai tahun ini dengan memangkas persyaratan cadangan modal perbankan.

“,Kemungkinan “PBOC”akan terus menggunakan suku bunga dan alat likuiditas untuk melonggarkan kondisi moneter pada tahun 2020, meskipun pelonggaran mungkin sedikit kurang agresif dibandingkan tahun lalu,” David Qu, ekonom China di Bloomberg Economics Kong.

“Kita semua berharap PBOC untuk tetap pada sikap pelonggaran yang terukur untuk melawan perlambatan ekonomi,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Di tahun 2019, IHK tercatat berada di 2,9 persen, sejalan dengan target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3 persen, sementara indeks harga produsen turun 0,3 persen.

BACA JUGA  Prof Agustitin: DAYA BELI MASYARAKAT TAHUN 2020

Tingkat Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, stabil di level 1,4 persen pada bulan Desember.

Sementara Ekonomi China telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan global stabil dan ketegangan perdagangan mereda. Ketika harga komoditas naik dan pabrik-pabrik mulai melakikan merestorasi, deflasi IHP diperkirakan akan terus moderat dan beberapa pihak memperkirakan akan berbalik positif segera setelah Januari.

Namun mengukur momentum ekonomi akan sangat sulit dalam beberapa bulan mendatang. Ekonom di China International Capital Corp mengatakan akan terjadi distorsi terhadap indikator ekonomi bulanan karena liburan tahun baru selama sepekan dimulai lebih awal dari biasanya pada 24 Januari.