Prof H Agustitin: DENGAN IDUL FITRI MARI KITA TATAP MASA DEPAN PENUH OPTIMIS

banner post atas

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat : 30)

Terkait dengan telah berakhirnya pendidikan dan pelatihan sebulan penuh , di bulan Romadon,dan juga telah kita tutup denga idul fitri,maka saatnya kita harus menatap kehidupan kedepan dengan penuh perasaan optimis.

Menurut ajaran Agama Islam
Optimisme (tafaul) merupakan sikap yang sangat mulia dan merupakan salah satu akhlak yang terpuji.

Iklan

Agama Islam mengajarkan agar kita selalu penuh harap dan tidak boleh bersikap putus asa, arenak sikap putus asa hanya patut dimiliki orang-orang kurang dalam hal makna hidup atau orang-orang yang tidak percaya kepada Alah SWT.

Allah swt berfirman,
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf:87).

Apalagi bila kita sadar bahwa keberadaan dunia dan isinya yang terhampar luas, terkandung banyak sekali harapan bagi umat manusia yang mau berfikir dan mau berkarya . Harapan ini melekat dengan beragam aspek kehidupan yang dijalani.

Dan bahkan bagi orang-orang yang beriman, suatu harapan harus tetap melekat hingga akhir kehidupan dunia yang fana ini. Itulah harapan ketika hendak memasuki alam keabadian.Terciptanya manusia juga merupakan tahapan dari serangkaian harapan. Berawal dari seorang bayi yang tidak berdaya, diharapkan ia tumbuh dewasa dan mandiri dalam menjalani hidup. Dari seorang bayi yang bergantung pada kasih sayang orangtua, diharapkan kelak menjadi manusia yang berbakti pada orangtua, mampu membangun rumah tangga yang sakinah, serta menjadi insan yang berguna bagi orang agama masyarakat bernegara.
Kita sadar betul bahwa ketika masih bayi kita hanya bisa menangis dalam merespon sesuatu, harapannya nanti kelak dewasa menjadi hamba yang tegar dalam mengarungi kehidupan, serta istiqomah dalam menjalankan perintah-perintah Allah.Harapan (ar-raja’) tidak boleh sirna selama manusia masih menjalani hidup. Ia harus tetap tumbuh seiring dengan rasa optimis (tafaul) dalam menghadapi kehidupan.

Harapan adalah oksigen bagi jiwa yang menjalani kehidupan dengan penuh optimis. Tanpa harapan dan optimisme, gelombang kehidupan akan menghanyutkan manusia dalam keputusasaan. Keputusasaan, di samping melemahkan semangat berjuang, sifat ini bukanlah karakter dari hamba yang beriman.

”Janganlah bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.
(Ali Imran : 139)

Rasa optimistik tidak akan muncul dengan sendirinya dan tidak secara tiba-tiba. Sikap optimisme akan muncul akibat proses pencarian dan pembentukan. Diperlukan proses belajar dan tindakan untuk mendapatkan rasa optimistik dalam pribadi seseorang.

Pembentukan sifat optimis juga ditentukan melalui sebuah proses ketika seseorang meningkatkan kualitas keimanannya. Sikap ini selalu berkaitan dengan iman, karena hanya orang-orang berimanlah yang akan mudah tumbuh rasa optimistik.

Berbicara tentang optimisme, tidak bisa terpisahkan dengan aspek kepribadian dan aspek ketuhanan (rabbaniyyah).

Seseorang tidak boleh bersifat PERASA, kerena sikap perrasa merupakan sikap ‘terlalu’ menyalahkan diri sendiri akibatnya selalu berfikir negatif, dan merasa dirinya tidak berguna.

BACA JUGA  Prof H Harapandi: Kasih-sayang Allah Azza Wajalla

Seperti yang telah jdi bahas di atas optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang maksimal.

Optimisme dapat diartikan selalu berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Orang yang memiliki rasa optimis selalu memiliki energi positif. Lawan dari optimisme adalah pesimis dan sikap ini akan menghabiskan energi untuk memikirkan masalah yang menimpanya secara berkepanjangan. Apalagi waktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup.

Seseorang yang selalu Optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan.

Demikian sebaliknya, seseorang menerima dan memeriksa masalahnya. Sepanjang keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk MENGUBAH atau memperbaiki situasi.

Seseorang yang memiliki rasa optimis siap dan berani untuk MENGATASI MASALAH atau kesulitan yang di hadapi,

Apalagi disaat mengalami kegagalan tidak akan membuat dia PATAH SEMANGAT, karena kita tau bahwa ada proses pembelajaran disetiap kegagalan.

Orang yang memiliki sikap mental optimis adalah orang yang memiliki mental yang tangguh.
Orang yang mempunyai kekayaan mental, mampu mengubah nasib yang kurang menguntungkandapat merubah menjadi lebih lebih baik.

Tetapi bila seseorang PESIMISTIS akan menganggap kegagalan selalu berpikiran negatif. Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kegagalannya, mereka selu menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan seakan akan hal itu terjadi karena sudah nasib, keindahannya , ketidakmampuan, atau kejelekannya sendiri.
Pada ujungnya, mereka pasrah pada kenyataan yang ada dan tidak mau berupaya.

Sesorang yang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif, hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya mereka sendiri tahu bahwa betapa rapuhnya mental yang di bangunnya . Sesorang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena KEBETULAN, keberuntungan atau nasib semata.

Tentu orang dengan sikap mental pesimis seperti ini,akan mengidap penyakit MISKIN MENTAL, jika mental kita sudah miskin, maka tidak akan mampu menciptakan prestasi yang maksimal.

Agar kita dapat menjadi orang yang optimis diperlukan manajemen batin yang sistemik. Karena orang yang optimis mempunyai kemampuan dalam menghadapi dan mencari solusi tentang KENYATAAN HIDUP yang ada.

Seperti penjelasan di atas bahwa agama Islam mengajarkan , melalui ayat-ayat Al-Quran dan hadits.

Nabi Muhammad Sallallohu Alaihi Wasalam, selalu menunjukkan sikap optimis dan memberikan berita gembira berupa rahmat dari Allah, dan beliau tidak pernah merasa sedih atas berbagai urusan dunia, karena beliau selalu mengamalkan firman Allah:
seperti:
“Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.
[Yunus: 58].

Setiap tahun kita selalu mendapat pendidikan dan pelatihan melalui shaum di bulan Romadon.kita di biasakan “menahan” diri secara:.
1. Jasmani kita diwajibkan menahan diri kita dari mkan yang berlebihan, minum yang tidak teratur dan menahan syahwat biologis kita secara teratur dan terprogram.

BACA JUGA  Pemuda NW NTB Mengutuk Keras Pelaku Penusukan Syaikh Ali Jaber

Namun jangan sampai lupa Setelah beusaha keras penuh optis ,tetap memohon kepada Allah untuk membimbing pada jalan yang lurus, dan bersegeralah memulai untuk melangkah. Karena Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(Q.S Al-Baqarah: 286)

Allah maha tahu apa yang terbaik untukmu dan kapan saat yang tepat bagimu untuk memilikinya.

Mungkin berpikir bahwa segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Tapi lupa bahwa Allah telah mengatur segalanya dengan benar.

Jangan berputus asa dan jangan berhenti berharap. Karena Allah selalu berada bersama orang orang yang sabar. Lebih kuat dari yang kamu tahu. Lebih cakap dari yang pernah kamu impikan. Dan kamu dicintai lebih dari yang bisa kamu bayangkan. Kadang ketika kamu berada di tempat gelap kamu pikir kamu telah terkubur, tetapi sebenarnya kamu telah ditanam.”

Saat masih diberi kesempatan bangun di pagi hari, itu berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan.
Jika kita diberikan umur yang panjang, maka manfaatkan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.”

Jangan hanya bermalas malasan, jadikan hidup kita lebih bermakna dengan bekerja. Semua manusia memiliki kesempatan yang sama, jadi tetap semangat untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

“Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini.” Pada malam hari, sesuatu mungkin bisa dilakukan. Namun, tunggulah hingga esok tiba. Tunggulah akal sehat di pagi hari. “Jangan pernah berhenti percaya pada harapan, karena keajaiban terjadi di setiap hari.”

“Tidak harus menjadi hebat dulu untuk memulai, tapi perlu memulai untuk menjadi hebat.”
“Setiap pagi, aku berkata pada diriku sendiri bahwa ini akan menjadi hari yang baik.”
“Selamat pagi jiwa-jiwa optimis, kesulitan yang dihadapi hari ini akan membantumu sukses di masa depan.”

“Mencoba itu adalah tetap melangkah ke anak tangga pertama, eski kita tidak tahu berapa jumlah anak tangga yang harus dilalui. “Selalu ada mentari baru, setiap pagi. Selalu ada kesempatan baru, tiap hari.”

“Tak peduli seberapa baik atau buruk hidup, bangunlah setiap pagi dan bersyukur karena masih kita memilikinya.”
“Hari berganti dan pagi telah datang. Sambut pagi dengan semangat baru dan jangan terpaku dengan masa lalu. Langkahkan kaki ke depan untuk menatap masa depan yang lebih baik.”

“Lihatlah hal positif setiap harinya, walaupun terkadang kita harus melihat lebih keras untuk mendapatkannya.”
“Tidak ada orang yang berhasil tanpa melewati proses dan bantuan dari orang lain.”
. “Masa depan diciptakan oleh apa yang dilakukan hari ini, bukan besok.”

“Jangan mengeluh tentang kemarin. Buatlah esok yang lebih baik dengan memanfaatkan hari ini.”
“Cobaan adalah anugerah, karena di saat itulah Tuhan sedang menunjukkan rasa sayangnya.”

“Hari kemarin, bagaimanapun baik buruknya telah berlalu. Sambut pagi ini dengan semangat dan harapan baru.”
“Setiap pagi kita terlahir kembali. Apa yang kita lakukan hari ini adalah yang paling penting.”
“Lupakan apa yang tidak dapat di capai kemarin dan pikirkan hal-hal indah yang di miliki hari ini.”