Prof Dr H Agustitin: Wisata BATINIAH Tentang Makna Waktu SERI Ke 16

banner post atas

*Dengan seluruh kekuatan yang Allah berikan, sesungguhnya pasti kita akan berjuang memerangi sifat dusta yang ada didalam diri .kita, dan dengan sepenuh hati kita pasti akan selalu membentengi diri kita dari gerakan nafsu angkara murka yang menyesatkan, meskipun godaan godaan terus ber-gerelya membujuk anak manusia berbuat yang kurang baik sepanjang waktu*

*Rupanya banyak cobaan yang membiuskan kesesatannya di dalam jiwa dan raga kita, dan kita sudah bertekat disetiap nafas berhembus bahkan pada setiap mata berkedip , kita akan berperang dengan mereka di medan laga, sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan menguasai 5 perkara yang ada di tubuh kita *Telinga, mata, hidung, mulut dan 2 lubang di bawah perut*, dan dengan Kasih Sayang-Allah Ya Allah … Hujanilah jiwa raga saya dengan kemualian- kemulian-MU, dan sungguh Engkaulah TUHAN Allah Swt YANG MAHA ABADI.

*Ketika kesadaran jiwa setiap insan merasakan dirinya berada dalam KUASA TUHAN, sungguh ia akan memiliki kekuatan hati yang bila berdoa di kabulkan, bila meminta di penuhi, bila berharap di wujudkan, bila berperang melawan kebathilan dimenangkan, dan ia akan merasakan kelezatan kehidupan jiwa tanpa harus melewati proses yang melelahkan, karena sesungguhnya TUHAN MAHA BERKUASA terhadap seluruh Ciptaan-NYA*

Iklan

*Tahukah kalian wahai insan yang di hidupkan dimuka bumi, ketika jiwamu di penuhi dengan ilmu dan kasih sayang, maka engkau akan mendapatkan berbagai cahaya kebenaran, ruh kebaikan serta pancaran kemuliaan yang sempurna, sebagai Anugerah dari TUHAN-mu Yang Maha SEMPURNA, sehingga akan lenyap kesedihan didalam dirimu, dan akan sirna segala macam bentuk angkara murka di dalam jiwamu, sampai akhirnya suatu hari nanti kamu bangkit menjadi insan yang tidak terjajah oleh nafsu yang menyesatkan, maka bangkitlah dengan kasih sayang TUHAN-mu

*Tahukah kalian wahai insan yang di hidupkan dimuka bumi, ketika jiwamu di penuhi dengan ilmu dan kasih sayang, maka engkau akan mendapatkan berbagai cahaya kebenaran, ruh kebaikan serta pancaran kemuliaan yang sempurna, sebagai Anugerah dari TUHAN-mu Yang Maha SEMPURNA, sehingga akan lenyap kesedihan didalam dirimu, dan akan sirna segala macam bentuk angkara murka di dalam jiwamu, sampai akhirnya suatu hari nanti kamu bangkit menjadi insan yang tidak terjajah oleh nafsu yang menyesatkan, maka bangkitlah dengan kasih sayang TUHAN-mu

BACA JUGA  Prof H Agustitin: PUASA DAN TUMBUHNYA KESADARAN AKAN PEMAHAMAN TERHADAP TUHAH ALLAH SERTA MENGUATNYA TAUHID

*Melalui bait bait Kidung yang saya lantunkan ini, semoga Engkau berkenan menanam ke-IMANAN yang sejati di dalam jiwaku bahwa TIADA TUHAN selain ENGKAU YANG MAHA SEJAHTERA, dan saya memohon kepada-MU TUHAN… anugerahkan pula terhadap diri saya sebuah kedudukan sebagai hamba-MU yang memiliki keberuntungan hidup, memiliki banyak ilmu dan berpengetahuan luas, tidak lemah dan selalu memiliki keberanian membela kebenaran, berwibawa dan bisa menjadi suri tauladan terhadap sesama, sehingga siapa saja insan yang berada di sekeliling saya segera merasakan indahnya hidup berkat KASIH SAYANG-MU YANG SANGAT LUHUR LAGI AGUNG

*Karena saya tahu, sesungguhnya seorang hamba-MU yang telah ENGKAU menangkan, akan memiliki kekuatan yang utuh, bahkan segala macam pengaruh sihir jahat akan lumpuh seketika dihadapannya, dia begitu bijak dan sangat mulia, wajahnya-pun memancarkan cahaya yang mampu meredam semua unsur amarah serta kebencian, bahkan dia akan tampil sebagai kesatriya yang mengobarkan api kebenaran, tiada henti terus menerus menyerukan perdamaian dan sungguh dialah sosok sang raja pembawa kesejahteraan yang bermahkotakan kasih sayang)*

Wahai *TUHAN YANG MAHA LUHUR, saya adalah hamba-MU yang lemah, datang bersimpuh dihadapan-MU, memohon kepada-MU dengan jeritan hati yang terdalam, tenggelamkan saya Wahai TUHAN kedalam samodra kemenangan-MU, dan bangkitkan saya kembali kepermukaan bumi setelah tubuh dan jiwa ini ENGKAU lengkapi dengan berbagai cahaya kemenangan-MU, sehingga saya memiliki kekuatan mengibarkan panji – panji kemenangan-MU diseluruh penjuru bumi, dan sungguh jika itu terlaksana semata – mata hanya ENGKAU-lah yang menghendakinya, karena sungguh hanya ENGKAULAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA

*Wahai insan sejagad raya, ketahuilah bahwa cinta akan selalu melahirkan air mata, sebuah air mata yang akan membentuk jiwamu, hatimu serta seutuhnya yang ada pada dirimu mengerti bahwa cinta itu suci, sesuci air matamu yang jatuh membasahi bumi, maka berharaplah dengan berbagai untaian doa, agar suatu ketika kalian dapat berjumpa dengan SANG PENCIPTA kesucian air mata, karena sesungguhnya hanya DIA sebagai MAHA TERTINGGI yang menguasai jiwa – jiwa para PECINTA

BACA JUGA  Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH KEUTAMAAN ARIF BIJAKSANA DAN SELALU BERBAIK SANGKA

*Sesungguhnya tidak ada tali sakti yang dapat mengikat sembilan dimensi bumi, kecuali talinya para kestriya yang memiliki kesaktian berupa sifat bersahaja, berbudi pekerti mulia, senang berbagi kebaikan dan tidak gentar memperjuangkan kebenaran ajaran TUHAN, dan mereka sangat pantas mendapat anugerah mahkota sang raja pembawa kesejahteraan dunia, bahkan seluruh Malaikat yang ada dilangitpun mengaguminya dan sejarah akan mencatat derajat mereka sebagai hamba yang teristimewa, dan seandainya kita hidup bersamanya rasanya kebahagian itu tidak bisa di ungkapkan walau kita hidup seribu tahun lamanya

Terkait dengan hal hal tersebut di atas menjadi satu keharusan bahwa, Umur setiap manusia mengalir ke satu titik, yang di situlah masa ajalnya habis dan buku catatan amalnya ditutup. Maka ambillah dari dirimu untuk dirimu. Lihatlah hari ini dengan cermin hari kemarin. Hentikanlah kejahatanmu. Tingkatkan kebaikanmu sebelum masa ajalmu habis dan engkau tidak mampu lagi meningkatkan usaha dan amalmu.”

Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Saya bertemu orang-orang sufi. Saya tidak mengambil manfaat, kecuali dua kata. Pertama: Waktu seperti pedang. Apabila Anda tidak memenggalnya (memanfaatkannya), maka ia yang akan memenggalmu Kedua: Apabila Anda tidak menyibukkan dirimu dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

Benar, waktu tidak berdiri menjauh (menghindar). Waktu bisa menjadi nikmat untukmu, atau kesengsaraan atasmu.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Hai bani Adam, siang harimu adalah tamumu, maka perlakukan ia dengan baik (yakni, dengan memanfaatkannya untuk kebaikan). Karena apabila Anda memperlakukannya dengan baik, niscaya ia pulang dengan memujimu. Dan apabila Anda memperlakukannya dengan buruk (dengan menggunakannya untuk hal-hal haram atau tidak berfaedah), niscaya ia akan berpamitan dengan mencelamu. Begitu pula malam harimu.”