Prof Dr H Agustitin: WISATA BATINIAH MENYURI HAKEKAT BUDI LUHUR (AKHLAKUL KARIMAH) SERI KE SEPULUH

Prof Dr H Agustitin: WISATA BATINIAH MENYURI HAKEKAT BUDI LUHUR (AKHLAKUL KARIMAH) SERI KE SEPULUH

Orang yang berbudi luhur( peng yang berakhlakul karimah) biasanya terkenal simpel, puitis, perilakunyhama a selalu mengandung makna dan penuh nilai-nilai spiritual disertai bahasanya santun dan bagus.

Budi luhur(akhlakul karimah) adalah ilmu yang bicara tentang hati, dalam kaitannya dengan perilaku duniawi sebagai jalan menuju surgawi.

Orang yang berbudi luhur(berakhlak karimah) bisa memiliki profesi apa saja, bisa seorang pedagang, politisi, ilmuwan dan lainnya, dan mereka mampu menata hatinya untuk menuju kepada Allah.

Orang yang berbudi luhur(berakhlak karimah) dapat mencari hakikat dari sebuah kepalsuan, Contohnya, belum tentu wanita yang memakai jilbab lebih baik dari yang tidak memakai jika hatinya ternyata lebih baik dari yang tidak memakai jilbab.

Selanjutnya , orang yang berakhlak mulia dapat juga bermakna orang yang mementingkan kebenaran mengalahkan yang lainnya dan mampu melakukannya, maka Allah akan mementingkan dirinya mengalahkan yang lain. Dan juga terus mengalami perkembangan sesuai dengan zamanya .

Berbudi luhur merupakan *“Salah satu tanda kekuatan amal untuk mengatasi berkurangnya harapan tatkala gagal”*

Banyak orang merasa telah melakukan banyak amalan kepada Allah dan mengharapkan amalnya tersebut bisa membantunya menghadapi masalah. Dari sudut pandang budi luhur, seseorang tidak boleh mengandalkan amalan yang dilakukan. Amalan yang dilakukan seharusnya diniatkan untuk melakukan perintah Allah, bukan menjadi andalan

Dalam mensikapi peran amal, terdapat beragam pendapat, kaum awam mengatakan, barang siapa beramal sholeh, pasti masuk surga. Amal bukan takdir tuhan, karena perbuatan baik dan jelek bukan dari Allah. Sebaliknya, golongan terpelajar berpendapat amal tidak lepas dari koridor Allah karena merupakan bagian takdir Allah menentukan. Manusia melakukan sebuah proses dari perbuatan yang diniatkan, tetapi apakah terlaksana atau tidak, itu bagian dari takdir.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Neo-Sufisme Economy Dan Konsep Ekonomi Modern
BACA JUGA  Prof H Agustitin: Sistem Perekonomian Islam DI Indonesia

Orang baik atau buruk merupakan desain dan perwujudan dari sifat-sifat Allah. Salah satu contoh adalah kemampuan menunjukkan sifat murah hati, santun dan kelembutan.
Sementara Kepribadian merupakan perwujudan dari sifat Allah seperti sifat maha kuasa dan keteguhan–Nya. Seluruh yang berwujud di dunia ini merupakan manifestasi sifat-sifat yang dimiliki Allah.
Semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA