Prof Agustitin: KONTEMPELASI

banner post atas

Sinar5News.com –  Masuk di era materialis , duduk sendirian lebih baik dari pada duduk bersama orang-orang yang memandang merk baju dari pada aka.

Memang menyakitkan ketika merindukan seseorang yang asyik diajak bicara, hati tenang bersamanya, asyik sebagai teman curhat kemudian ketika bertemu dengannya kembali, merasakan perubahan pada diri dan tidak lagi mendengar.

Kita akan merasa kehilangan bukan akibat kematian seseorang yang kita cintai, namun ketika kehilangan jati diri .
Sebagian orang tidak abadi karena , namun abadi sesuai kebutuhan .Puncak rasa sakit adalah saat orang-orang dekat mengecewakan dan orang-orang asing justru menarik .

Iklan

Kesalahan seorang dokter akan terkubur di dalam tanah. Kesalahan seorang insinyur akan terpancang di atas tanah. Kesalahan seorang guru akan berjalan di atas tanah.
Sungguh benar bahwa sebelah tangan tidaklah untuk bertepuk namun untuk berjabat. Lantaran kita memiliki beban yang berat, mereka menyangka kita tidak berperasaan.

Perasaan terberat adalah ketika berbicara dengan seseorang secara formal setelah dia menjadi orang yang terdekat di hati.Berhati-hatilah dengan orang yang banyak memaafkan. Sesungguhnya ketika mereka meninggal niscaya tidak akan kembali selamanya.

Ketika kita menyalahkannya bukan berarti salah dan kita benar. Kita hanyalah menyapu debu dari salah paham yang terjadi dan kita hanya ingin menjaga dirimu.Orang yang cacat memandang kita lebih rendah darinya karena cacat yang ada pada dirinya menyeluruh hingga kedua matanya.

Agar orang-orang di hadapan kita menghormatimu, maka hormatilah orang-orang yang tidak ada di hadapan kita.Sebagian orang di dunia kita mengalami keterbelahan jiwa, mereka mengatakan hal-hal yang indah namun melakukan hal-hal yang buruk.

Lebih buruk dari perpisahan adalah saat kita dekat namun asing. Tidak setiap pemilik akal menggunakannya.
Tidak setiap yang diam berarti tidak mampu menjawab. Ada yang diam agar tidak melukai selainnya. Ada yang diam karena sedang sakit dan berbicara justru menambah rasa sakitnya.

Di antara tanda orang yang sakit adalah orang yang menyakiti kita karena takut sakit.Hidup itu keras namun dilembutkan oleh banyaknya kawan dan cinta serta jiwa-jiwa yang jernih.

Ada pribadi-pribadi yang ketika kita bertemu dengan mereka seolah kita merasa bertemu diri sendiri. Simpanan terbaik seorang insan adalah rasa cinta terhadap orang lain. Apabila dipahami oleh siapa saja yang berpaling dari seruan Allāh maka ia pun bersegera kepadanya-Nya. Ayat yang menyebutkan tentang pintu gerbang dari sebuah perjalanan panjang nan berat….
 
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Āli `Īmrān [3]: 185.)