NW Dan NWDI Dalam Bingkai Nasionalisme

banner post atas

Indonesia pada era modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang dirayakan secara gegap gempita, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara.

Derasnya gempuran kebudayaan asing yang terfasilitasi dengan media dan teknologi internet dapat secara bebas leluasa hadir di tengah-tengah masyarakat kita dan berpotensi mendominasi serta mempengaruhi kebudayaan lokal.

Ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan negara lainnya yang mengancam kedaulatan bangsa, khususnya pasca 1998, seperti bermunculannya ideologi yang berseberangan dengan ideologi negara, terorisme, radikalisme, serta konflik sosial berbasis suku, ras dan agama.

Iklan

Singkatnya, sekelumit permasalahan bangsa di atas sedikit banyak menjelaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan serius terkait dengan nasionalisme.

Nahdlatul Wathan sebagai salah satu ormas Islam yang berdiri sebelum kemerdekaan menjadi salah satu benteng dalam menjaga ideologi nasionalisme. Pergerakan Nahdlatul Wathan diakui oleh negara Indonesia ditandai dengan diangkatnya pendiri dari ormas tersebut yaitu Shulthonul Aulia Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional.

Banyaknya karya Maulana Syaikh yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme patokan bagi para muridnya untuk terus berjuang mesyiarkan ajaran tersebut, sebagai mana salah satu syairnya yang terdapat dalam mars Nahdlatul Wathan bait kedua yang berbunyi.

Pancasila dasar negara kita
Ketuhanan adalah sila yang utama
Mengabdi kepada negara dan bangsa
Dengan iman tertanam dalam dada

dalam bait ini sangat jelas sampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang berasaskan pancasila, oleh sebab itu sebagai mana tertera dalam sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa pendiri Nahdlatul Wathan mengajarkan agar para santrinya senantiasa mengabdi kepada negara dan bangsa dengan di dukung dan diperkuat oleh oleh kepercayaan terhadap agama yang dianut.

BACA JUGA  Kades Muksin,S.PdI : Dorong Kelompok Tani Berinovasi Membangun Desa Darmasari.

Agama tidak terpisah dari negara, sebab agama mengatur segala aspek kehidupan, termasuk di dalamnya aspek politik dan kenegaraan. Agama bukan sekedar urusan pribadi atau ajaran moral yang bersifat individual belaka, melainkan pengatur bagi seluruh interaksi yang dilakukan oleh manusia dalam hidupnya, baik interaksi manusia dengan Tuhan, manusia dengan dirinya sendiri, maupun manusia yang satu dengan manusia yang lain. Keberadaan negara bahkan dipandanng sebagai syarat mutlak agar seluruh peraturan agama dapat diterapkan. Inilah pandangan ideologi Islam, yang pernah diterapkan sejak Rasulullah Saw. berhijrah dan menjadi kepala negara Islam di Madinah.

Nahdlatul Wathan secara bahasa terdiri dari 2 kata Nahdlah dan al-wathan yang mana jika digabungkan memiliki arti Pergerakan tanah air. Di era kolonial, nasionalisme dibangun atas kesadaran bersama yang dipupuk atas dasar perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan untuk terbebas dari belenggu penjajahan kolonial.

Hal ini menjadi perhatian bagi pendiri Nahdlatul Wathan sehingga dalam bait ketiga dari lagu mars NW disampaikan pesan agar para santri dan pecintanya senantiasa berjuang menciptakan negara yang adil dan makmur dengan tujuan mencapai keridhoan sang pencipta.

Marilah kita tetap berjuang
Menuju cita-cita
Mencapai negara yang adil dan makmur
Dengan keridhaan yang maha esa

sebagai umat yang beragama sudah sepantasnya kita mencontohkan tauladan yang mulia kepada lingkungan sekitar kita sehingga hal tersebut memberikan spirit bagi setiap warga negara dalam membangun negara yang kompak, utuh dan bersatu. Sebagai mana dicantumkan dalam bait ke empat mars NW yang berbunyi.

Sebagai umat yang beragama
Harus menjadi tauladan yang mulia
Ikut serta membina keutuhan bangsa
Untuk jasmani serta rohaninya

Kecintaan Shulthonul Aulia Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pendiri Nahdlatul Wathan terhadap negara sangatlah besar hal ini dapat dilihat dari banyaknya karya beliau yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti

BACA JUGA  Kapolsek Aikmel Silaturrahmi Ke Pengurus Masjid Al Mujahidin.