Merajut ke NW an Untuk Semesta. Catatan Singkat Muswil oleh : PDNW Jakpus

banner post atas

Musyawarah wilayah NW Jakarta baru saja usai setelah digelar dengan sangat meriah hidmat penuh optimisme dalam nuansa suasana kebatinan yang syahdu, akibat sedang dilanda wabah virus.  Akan tetapi, semangat terus berkibar tidak menjadikan alasan yang berarti bagi abituren dan pencinta NW utk tidak ikut menghadiri muswil DKI Jakarta. Yang diselenggarakan sejak tgl 14-15. disiarkan lansung oleh TV Sinar lima dan diikuti oleh seluruh pengurus wilayah di Nusantara. Berlokasi di pondok pesantren NW Jakarta.

Posisi DKI sebagai jantung Indonesia menjadikan Muswil NW disorot banyak kalangan dari berbagai tokoh lintas agama, organisasi. Partai dan ormas, dan kalangan media serta tidak ketinggalan ikut hadir sekjen LPOI & LPOK yang merupakan lembaga perkumpulan ormas keagamaan. Posisi penting NW DKI yang menjadi penyambung lidah organisasi dipentaskan nasional dan dunia sudah sangat sering memainkan peran ini dalam rangka ikut serta memberikan konstribusi yang konstruktif untuk kemajuan bangsa serta mengawal dan menjaga NKRI bersama pemerintah yang sah dari masa ke masa.
 
Kondisi kebangsaan dalam priode pertama dan kedua Jokowi ini NW juga selalu tampil merekatkan menghadirkan pemikiran moderasi beragama dalam menjaga kebhinnekaan yang sudah final Pancasila sebagai filosofi ideologi negara tidak boleh dan tidak bisa digangu gugat karena ini sudah final. Sebagai dasar negara. Yang sudah disepakati dan diletakkan oleh para pendiri bangsa dimana NW ikut didalamnya, mendirikan NKRI.
 
NW DKI sebagai ujung tombak pusat organisasi semestinya perlu mendapat dukungan penuh dalam segala bentuk baik moril dan materil guna mengangkat martabat organisasi sebagai jendela nasional agar keberadaan kantor dan perangkat pendukung lainya upaya menghadirkan keperkasaan organisasi kita dipentas nasional dapat bersanding dengan organisasi2 besar keagamaan lainya. Wibawa dan nama besar NW sejalan dengan kondisi real di lapangan.
 
Dalam muswil kali ini Jakarta mengangkat tema soliditas dan solidaritas saling menguatkan kembali menelaah membuka pesan pesan lama waksiat pendiri untuk selalu menjaga kekompakan utuh bersatu. Pesan waksiat pendiri ini selalu beliau sampaikan dalam pengajian dan hultah NW dimasa hidup beliau maha guru.
Begitu juga dalam muswil NW DKI ketua lama kembali mengingatkan kepada seluruh warga dan pengurus NW untuk selalu menjaga kekompakan persatuan dan keutuhan. Dalam panji dan bendera ke NW an. Bahwa kita adalah satu NW Hadratussyakh Maha Guru TGH. Zainuddin Abd.Majid. 
 
Kedepan sudah saatnya NW memberikan porsi dan menempatkan kader kader baik sebagai pengurus maupun pencinta NW dalam delegasi disemua bidang dan baik di pemerintahan maupun di kancah perpolitikan nasional. Ini penting agar kebesaran NW tidak hanya mengkultaskan individu satu dua orang semata. Perubahan dunia sudah sangat canggih, model dakwah dan pengembangan perangkat organisasi harus juga menjadi prioritas, merespon dengan cepat segala saran dan masukan semua wilayah adalah suatu keharusan. Memposisikan kewenangan setara antar pengurus satu dengan lainnya. Komunikasi pusat wilayah harus terus terkoneksi. Kerja kerja organisasi seperti ini sudah harus menjadi pokok jika NW ingin segera menguasai pentas gelanggang untuk tersebarnya siar NW ke seluruh semesta sebagaimana cita cita pendiri NW. Karena tidak ada kekuatan tanpa jamaah. Dan jamaah harus saling mendorong dan menguatkan. Bergotong royong. 
 
NW adalah rumah perjuangan tempat para santri pencinta dan ummat Islam meneruskan pesan pesan dan aman pendiri sebagai penerus tugas kenabian menebarkan dakwah baik melalui pendidikan sosial dan ekonomi. Bukan tempat mencari pundi pundi keduniaan semata. Tapi lebih jauh dan dalam dari itu adalah sebagai ladang jihad perjuangan mencari ritha Allah. Oleh karena itu, sejatinya antar semua wilayah harus saling menopang lebih lebih pengurus pusat. Agar senantiasa selalu menjadi model dan suri tauladan untuk semua wilayah dalam melakukan kerja kerja organisasi. Mengingat percaturan global gampang kita ikuti zaman ini, upaya melakukan lompatan dan menjalankan amanah pendiri NW kepengurusan ditingkat pusat semestinya semua wilayah sudah bisa menjadi pengurus pusat. Agar bisa mewakili kewilayahan dalam rangka melanjutkan gagasan wilayah untuk dikaji ditingkat pusat. Dengan ini maka NW diera milenial ini akan mampu dan cepat menyapu semesta. Sejalan dan seiring dengan cita cita pendiri. Menebarkan NW ke semesta alam.
 
Kemudian sudah saatnya NW menggali kekuatan internal dan eksternal untuk selanjutnya memposisikan diri dalam peran kebangsaan atau keummatan agar tidak keliru mengambil peran.  memberikan konstribusi nyata pada warga masyarakat luas harus sudah dijalankan karena jangan sampai warga didatangi waktu kampanye saja, karena kita berbeda jauh dengan partai dalam pembinaan dan pengabdian. Pembinaan masyarakat bawah khususnya warga abituren dan pencinta wajib terus ditingkatkan agar kehadiran NW dapat dirasakan baik dalam pendidikan sosial budaya dan peningkatan ekonomi warga. Dan adalah sebagai organisasi terbesar di NTB NW berkewajiban ikut serta menghadirkan masyarakat yang di rithoi Allah jauh dari nilai nilai jahiliyah tetapi sebaliknya Lombok NTB harus menjadi wilayah terdepan di Indonesia yang paling aman damai sentosa tanpa kekerasan dan kemalingan. Semangat ini seiring sejalan dengan motto pulau seribu menara. Dan kemudian sangat penting warga NW di Nusantara untuk menjalankan semangat kebersamaan saling dukung sebagaimana motto Himalo (himpunan warga lombok rantau). ” Siu pikir sopok angen”. Boleh berbeda pandangan argumentasi tapi tetap satu NW dan saling dukung siapapun dia. Pokoknya NW pokok NW iman dan taqwa.
 
 
BACA JUGA  Antisipasi Kekerasan Pada Perempuan dan Anak, Pihak RPTRA Ikuti Pelatihan Secara Virtual