Menkes RI, dr.Terawan Agus Putranto. Kunjungan Keja Ke NTB.

banner post atas

Sinar5news.com – Mataram – Menteri Kesehatan Letjen TNI(Purn) dr.Terawan Agus Putranto yang didampingi istrinya Ester Dahlia melakukan kunjungan kerja perdananya Ke Nusa Tenggara Barat(NTB) semenjak dilantik Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menjadi Menteri Kesehatan RI. Kamis(05/12/2019).

Menurut Menteri Kesehatan kenjungannya ke Lombok merupakan bentuk intervensi
medis untuk menekan angka stunting di indonesia. Ia berharap angka stunting di
Indonesia khususnya NTB akan terus turun sampai dibawah angka 20 persen hingga
bebas kurang gizi sampai tahun 2024.
“Kami akan turun terus karena ini merupakan bentuk menjalankan program intervensi dan mencatat apa saja kebutuhan di masyarakat. Pak Bupati tadi menyampaikan angka stunting tinggi sehingga Kemenkes berkewajiban untuk melakukan intervensi. Dan dengan slogan “Lombok Bisa” saya rasa tujuan itu akan terlaksana,” ujar Terawan.

Foto : Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto di Lokasi Posyandu.

Dalam peninjauannya ke Dusun Tongkek, Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat,
Nusa Tenggara Barat (NTB), Dusun tersebut dikenal dengan sebutan kampung stunting karena masuk dalam daftar merah daerah dengan kasus anak kurang gizi yang cukup tinggi.yakni mencapai 281 kasus Stunting.

Iklan

Dalam kunjungannya, Terawan meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang dibangun di kampung itu sebagai upaya menurunkan angka stunting. Seperti kamar mandi dan tempat cuci tangan umum yang disiapkan oleh pemerintah Desa setempat.Disamping itu juga Terawan menyempatkan diri ikut dalam pelayanan posyandu yang diadakan warga Dusun Tongkek.

Menkes Terawan yang cukup familier dengan orang Lombok, karena pernah tugas selama 9 tahun sebagai dokter RSAD Mataram juga menyempatkan diri bercengkerama dengan warga hingga menyuapkan makanan ke salah satu anak.
Acara tersebut diakhiri dengan pemberian bantuan langsung oleh Terawan kepada
warga.

Terawan juga mengatakan siap menyinergikan berbagai program bantuan kesehatan di Lombok demi mewujudkan rencana bebas stunting tersebut. “Kalau dulu ada program bantuan Bank Dunia maka bisa disinergikan, program bantuan kan bisa dari mana-mana. Intinya adalah bagaimana menekan angka stunting,” katanya.

BACA JUGA  Banjir di Ponpes NW Gedong, Bekasi

Sebelum mengunjungi Dusun Tongkek, Desa Kuripan, Menteri Kesehatan terlebih
dahulu mengunjungi Detasemen Kesehatan Wilayah(Denkesyah) Mataram dan Rumah Sakit Angkatan Darat(RSAD) Mataram untuk melihat dari dekat fasilitas kesehatan yang ada.(Bul).