Mengisi HSN Dengan Debat Menantang

banner post atas

Perlombaan depabat bagi Siswa Kelas Menengah Atas (SMA) NW Jakarta (22/10/19), berjalan dengan sangat antusias dan menegangkan. Karena peserta ditekankan harus mampu mempertahankan pendapat diri sendiri, serta komitmen terhadap posisi yang diberikan dalam kegiatan debat tersebut. Dan jangan sampai kesolidan tim rusak, karena tidak saling menghargai pendapat antara sesama tim.

Dari 6 rombel kelas yang ada di SMA NW Jakarta dibagi menjadi tiga kelompok debat. Sesi satu, kls 10 ipa melawan 10 ips, membahas tentang Ilmu agama lebih unggul dari ilmu umum. Sesi dua kls 11 ipa melawan 11 ips, membahas tentang Hijab hanya fashion. Sesi tiga kls 12 ipa melawan 12 ips, membahas tentang Kebolehan berpacaran. Masing-masing kelompok debat terdiri dari satu tim kontra (penentang) dan satu tim pro (pembela) .

Iklan

Tim kontra berusaha menyalahkan, mengobrak-abrik dan berusaha tidak meyakinkan tim pro terhadap pendapat yang dipertahankan dengan mengeluarkan dalil aqli dan dalil naqli, supaya tim pro menganggap ternyata pendapat yang dipertahankan salah dan tidak ada argumen apapun untuk mempertahankannya. Sementara tim pro berusaha sekuat tenaga mendatangkan dalil untuk menguatkan, bahwa yang dipertahankan itu adalah benar dan memiliki dalil.

Suasana debat semakin menegangkan, ketika kedua tim mampu mendatangkan dalil-dalil yang masuk akal. Masing-masing merasa posisi yang dipertahankan itu adalah benar. Karena ada argumen yang dijadikan penguat untuk mengklaim kebenaran pendapatnya.

Ketika keadaan suhu debat menurun jadi dingin, disitulah peran moderator memanaskan suasana, dengan sengaja memberikan pandangan yang memojokkan dari salah satu tim. Supaya merasa tertantang dan semakin semangat dalam berdebat.

Bpk Rohimin selaku moderator debat, benar-benar memperhatikan kondisi suhu perjalanan debat berlangsung. Kalau peserta terlalu oper, atau kurang semangat, Bpk Rohimin memberikan mereka pertanyaan-pertanyaan yang menantang untuk menghidupkan semangat peserta debat. (fathi)

BACA JUGA  Pengerajin Tembolak (Tudung Saji) Desa Peresak,Butuh Bantuan Pemerintah Dalam Pemasaran Hasil Produksinya.

Moga Manfaat